•   29 October 2026 -

PT. Borneo Pariwara Mandiri

Jl. Mulawarman, Gang Arumbia 1, Kelurahan Bontang Baru,
Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Nelayan Kecil Mengeluh Sulit Dapat Solar Subsidi, SPBN Tanjung Limau Disebut Prioritaskan Nelayan Besar

Bontang - M Rifki
29 Oktober 2026
 
Nelayan Kecil Mengeluh Sulit Dapat Solar Subsidi, SPBN Tanjung Limau Disebut Prioritaskan Nelayan Besar Pasokan solar subsidi di SPBN Tanjung Limau Bontang. (dok)

BONTANG – Nelayan di Kota Bontang mengeluhkan berkurangnya pasokan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis solar pada Oktober 2026. Kondisi tersebut membuat nelayan harus mengurangi radius tangkapan ikan karena keterbatasan bahan bakar.

Salah seorang nelayan mengatakan, biasanya ia bisa mendapatkan 150 liter solar per hari untuk kapal dompeng bermesin 24 PK. Namun, dalam beberapa hari terakhir, jumlah yang bisa dibeli hanya 120 liter. Bahkan, ia terkadang tidak mendapatkan solar karena stok telah habis.

“Makin susah kami dapat BBM solar. Padahal dokumen ada. Tapi kuota dikurangi. Alasannya biar adil. Masalahnya kapal besar itu dapat banyak. Kami yang kapal kecil justru dipangkas,” ucapnya, Selasa (28/10/2026).

Klik Kaltim berupaya mengonfirmasi keluhan tersebut kepada Kepala Bidang Perikanan Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Bontang, Syamsu Wardi. Namun, pesan yang dikirimkan awak media belum mendapat balasan.

Awak media kemudian mendatangi Kantor UPT Tempat Pelelangan Ikan (TPI), tempat nelayan mengurus surat rekomendasi pengisian BBM subsidi. Di lokasi tersebut, wartawan bertemu dengan Kepala UPT TPI DKP3 Bontang, Muh Iqbal. Ia mengatakan, penerbitan surat rekomendasi kapal merupakan kewenangan Kepala Bidang Perikanan.

“Maaf, Mas. Itu kewenangan atasan. Tapi yang bersangkutan masih rapat,” ucap Iqbal.

Sementara itu, Pengelola SPBN Tanjung Limau, Ekawati, mengaku distribusi solar subsidi disesuaikan dengan kuota. Adapun nelayan yang tidak mendapatkan pasokan disebabkan ketersediaan solar subsidi yang terbatas.

"Nelayan meningkat terus. Jadi kami sebagai operator menyesuaikan dari surat rekomendasi," ucapnya.

Untuk menyikapi tingginya permintaan solar subsidi, SPBN Bontang akan meminta tambahan kuota kepada Pertamina. Terlebih, menjelang akhir tahun ini, setiap kali pasokan datang, jumlahnya hanya sekitar 8.000 liter. Dengan asumsi pasokan 8.000 liter, solar dapat disalurkan kepada 80 nelayan dengan alokasi masing-masing kapal sebanyak 100 liter.

"Kita sesuaikan kuota yang dikirim saja. Kami minta tambahan kuota juga," pungkasnya.






TINGGALKAN KOMENTAR