•   06 May 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Melejit, Harga Batu Bara Tembus US$ 200/Ton

Nasional - Redaksi
26 Februari 2023
 
Melejit, Harga Batu Bara Tembus US$ 200/Ton Warga menutup paksa aktivitas tambang batubara di wilayah Desa Santan Ulu/Ist-Klik Kaltim

KLIKKALTIM.COM - Harga komoditas batu bara di perdagangan terakhir pekan ini terpantau menyentuh angka US$ 204,5 per ton. Nilai tersebut kembali ke atas level psikologis US$ 200 per ton. 

Harga batu bara sudah melesat hingga 11% lebih sepanjang pekan ini. Harga batu bara acuan di pasar ICE Newcastle (Australia) untuk kontrak Maret 2023 pada pekan ini terpantau melejit 11,61% secara point-to-point (ptp).

Pada perdagangan Jumat (26/2/2023) akhir pekan ini, harga batu bara acuan terpantau melesat 1,19% ke posisi US$ 204,25/ton. Cerahnya harga batu bara diketahui sudah terjadi sejak Selasa lalu, di mana saat itu harganya rebound dan melonjak 9,75% seperti dilansir dari cnbcindonesia.com

Cerahnya harga batu bara pada pekan ini ditopang oleh kabar dari kenaikan permintaan dari India, China, dan Eropa. Benua biru mulai kembali meningkatkan impor pasir hitam. Kenaikan harga gas Eropa juga ikut menopang harga batu bara.

Baca Juga Truk Muat Batu Bara Mulai Beroperasi Lagi di Marangkayu

Mulai menguatnya permintaan dari Eropa berbarengan dengan lonjakan impor dari China serta proyeksi kenaikan permintaan dari India.

Dikutip dari Montel News dengan mengutip data Kpler, impor batu bara Eropa yang mengalir ke Pelabuhan Amsterdam, Rotterdam and Antwerp (ARA) diperkirakan naik 13% pada Februari 2023 dibandingkan sebelumnya.

Sebagai catatan, pengiriman batu bara ke Pelabuhan ARA diperkirakan mencapai 2,6 juta ton pada Januari 2023 sementara pada Desember 2022 sekitar 3,3 juta ton.

Turunnya produksi pembangkit tenaga air serta kekhawatiran menyusutnya permukaan Sungai Rhine menjadi beberapa penyebab mengapa impor kembali naik.

Musim dingin yang sangat kering bahkan mungkin terkering dalam lima tahun terakhir dikhawatirkan membuat Sungai Rhine di Jerman menyusut pada musim panas mendatang.

Padahal, sungai tersebut menjadi lalu lintas utama lalu lintas batu bara dari Pelabuhan ARA ke Jerman.

 

Sumber : cnbcindonesia.com






TINGGALKAN KOMENTAR