•   13 April 2024 -

Jepang sampai Finlandia, Daftar Negara yang Tertarik Investasi di Kaltim

Kaltim - Redaksi
31 Maret 2023
Jepang sampai Finlandia, Daftar Negara yang Tertarik Investasi di Kaltim investasi ilustrasi.

KLIKKALTIM - Sejumlah investor terus menaruh minat dan ketertarikannya menanam investasi di Kalimantan Timur (Kaltim). Hal itu terlihat dari data yang dimiliki Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim selama 2022 lalu. 

Kepala DPMPTSP Kaltim, Puguh Harjanto mengungkapkan pada 23 Juni 2022 lalu, pihaknya kedatangan investor dari Jepang. Kala itu bertepatan dengan seminar peluang investasi di IKN Nusantara dan pendampingan site visit ke IKN. 

"Ada 43 orang delegasi dari Jepang yang merupakan perwakilan perusahaan di sektor infrastruktur, konstruksi, energi, pariwisata, retail, properti, perdagangan, transportasi, dan logistik," ungkap Puguh, disadur dari Suara.com, Kamis (30/03/2023). 

Bahkan saat itu perwakilan dari Kedutaan Besar Jepang di Indonesia juga hadir. Sehingga, bidang-bidang yang memang diminati untuk investasi di Kaltim terlihat dari delegasi Jepang yang datang dari berbagai sektor. 

Baca juga: Perusahaan Korsel Tawarkan Investasi Rp 1,5 Triliun di Kalimantan Timur

Selain itu, investor dari Malaysia dan Singapura juga menyambangi Kaltim pada 30 Juni 2022. Mereka adalah Singapore Business Federation, Minister Counselor Economy Embassy of Malaysia, dan Regional Director Indonesia, Enterprise Singapore.

Sedangkan pada 5 Juli 2022, Kaltim kedatangan Konsulat Jenderal Australia Makassar yang membicarakan tentang partisipasi dalam proses pembangunan IKN di Sepaku, PPU dengan infrastruktur ramah lingkungan. 

"Teknologi infrastruktur ramah lingkungan itu menawarkan program antisipasi perubahan iklim," sambungnya. 

Tak hanya itu, kedatangan pihak Australia itu juga sekaligus untuk merevitalisasi hubungan perdagangan dan investasi demi meningkatkan perekonomian Australia dan Indonesia.

Termasuk memfasilitasi pengusaha Kaltim dan Australia untuk meningkatkan perdagangan kedua belah pihak. 

"Songgority Group di Juli juga ada datang ke Kaltim. Menawarkan rencana investasi limbah kayu industri yang didaur ulang jadi bahan pembuatan rumah tahan gempa dan bom. Nilai investasinya Rp 75 triliun," ujar Puguh lagi.

Selanjutnya, Master Builders Association Malaysia dan Kedutaan Besar Republik Korea Selatan juga tertarik untuk berinvestasi di bidang infrastruktur di IKN. 

Lalu ada Finlandia yang berupaya menawarkan investasi untuk meningkatkan perdagangan dan keunggulan Finlandia di bidang energi, digitalisasi, dan smart city. 

Selanjutnya ada Delegation Sabah China Chamber of Commence (SCCC) yang menawarkan kerja sama di berbagai sektor melalui KADIN Kaltim di sektor transportasi, hilirisasi produk industri, dan perdagangan lainnya.

Baca juga : Raksasa Migas Italia Garap Proyek Rp 51 T, Perpanjang Umur Kilang Gas Bontang




TINGGALKAN KOMENTAR