Revamping Pabrik 2 Diresmikan, Pupuk Kaltim Tekan Emisi dan Perkuat Swasembada Pangan 2026
Prosesi peresmian peremajaan (revamping) Pabrik Produksi Amoniak 2 PT Pupuk Kaltim yang digelar pada Kamis (29/1/2026).
BONTANG – PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) merampungkan peremajaan (revamping) Pabrik Produksi Amoniak 2 pada 2026. Perampungan tersebut ditandai dengan prosesi peresmian yang digelar pada Kamis (29/1/2026).
Peresmian dihadiri Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, serta jajaran pimpinan PT Pupuk Indonesia dan Pupuk Kaltim.
Dalam proyek peremajaan ini, Pupuk Kaltim menggelontorkan anggaran sekitar Rp990 miliar. Pengerjaan dilakukan sejak 2023 hingga 2026.
Direktur PT Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menjelaskan bahwa Pabrik 2 merupakan salah satu aset tertua perusahaan yang telah berdiri sejak 1984. Pembangunannya dimulai pada 1982 dan diresmikan oleh Presiden Soeharto.
Menurut Rahmad, revamping dilakukan untuk meningkatkan kualitas produksi sekaligus menyesuaikan dengan perkembangan teknologi ramah lingkungan.
“Pabrik 2 ini merupakan aset tertua, sehingga perlu diremajakan. Momentumnya juga tepat. Dulu diresmikan Presiden Soeharto, dan kini peresmian peremajaannya dihadiri Ibu Siti Hediati Soeharto,” ujar Rahmad dalam sambutannya.
Ia menegaskan, Pupuk Indonesia berkomitmen mendukung penuh program swasembada pangan nasional. Terlebih, Presiden Republik Indonesia tengah fokus memastikan ketersediaan pupuk bagi petani, baik pupuk subsidi maupun komersial.
“Saat ini Pupuk Kaltim juga sedang membangun Pabrik Soda Ash. Anak perusahaan lainnya juga tengah berjalan. Selama lima tahun ke depan, kami akan meremajakan tujuh pabrik. Ini komitmen Pupuk Indonesia untuk mempercepat Indonesia mencapai swasembada pangan,” tuturnya.
Pabrik 2 terdiri dari tiga unit, yakni unit Amoniak, Urea, dan Utilitas. Kapasitas produksinya mencapai 595.000 ton amoniak per tahun dan 570.000 ton urea per tahun.
Setelah diremajakan, pabrik ini mampu menurunkan konsumsi energi minimal 10 persen atau setara 4 MMBtu per ton amoniak. Selain itu, emisi juga ditekan hingga 10.000 ton CO₂e per tahun melalui efisiensi penggunaan gas alam.
Arahan Menteri Pertanian
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa revitalisasi sektor pupuk merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah menargetkan swasembada pangan dapat tercapai dalam waktu satu tahun.
“Indonesia dipacu pada 2026 ini untuk swasembada. Ini berkat kebijakan Presiden yang revolusioner. Setelah Bulog diperbaiki, kini Pupuk Indonesia harus bertransformasi. Paling tidak, jangan sampai harga pupuk naik,” ujar Amran.
Ia menambahkan, kebijakan transformasi ini diyakini mampu menghemat anggaran negara hingga Rp526 triliun dari berbagai kebijakan yang sebelumnya dinilai kurang tepat.
Amran juga menjelaskan bahwa transformasi tersebut berhasil menekan harga pupuk hingga 20 persen melalui Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1117/Kpts./SR.310/M/10/2025 tertanggal 22 Oktober 2025.
Dengan peresmian pabrik yang telah diremajakan ini, sekitar 160 juta petani diharapkan dapat merasakan dampaknya. Ia menegaskan produksi pupuk tidak boleh terlambat karena berpengaruh langsung terhadap pendapatan petani.
“Dulu kita sampai impor beras 7 juta ton. Kerugian petani mencapai Rp48 triliun. Namun berkat kebijakan yang ada sekarang, pupuk lebih mudah didapat dan impor beras tidak lagi dilakukan,” jelasnya.
Ia menegaskan, kebijakan tersebut merupakan langkah efisiensi dan komitmen pemerintah dalam satu tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Pabrik Diresmikan
Pada kesempatan yang sama, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto mengapresiasi transformasi yang dilakukan Pupuk Indonesia. Menurutnya, peremajaan pabrik menjadi harapan jutaan petani karena berdampak langsung pada peningkatan produksi.
“Bismillahirrahmanirrahim, dengan ini saya resmikan Revamping Pabrik 2 Pupuk Kaltim agar dapat memperkokoh ketahanan pangan Indonesia,” ucapnya.
Apresiasi Pemprov Kaltim
Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud juga menyampaikan apresiasi kepada Pupuk Indonesia dan Pupuk Kaltim yang selama ini menjadi tulang punggung distribusi pupuk bagi petani.
Ia berharap pabrik yang telah diremajakan ini mampu menghasilkan produk bernilai tambah tinggi yang mendukung peningkatan produksi pupuk nasional.
“Ini menjadi sejarah bagi kami yang dicatatkan Pupuk Kaltim. Bukan sekadar mengganti mesin, tetapi revitalisasi dan penurunan emisi menjadi kunci. Pasokan pupuk harus terus ditingkatkan,” ujar Rudy. (*)
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: