•   31 January 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Tegaskan Komitmen Kelangsungan Usaha, Pupuk Kaltim Uji Kesiapan Hadapi Krisis

Bontang - Redaksi
31 Januari 2026
 
Tegaskan Komitmen Kelangsungan Usaha, Pupuk Kaltim Uji Kesiapan Hadapi Krisis Tegaskan Komitmen Kelangsungan Usaha, Pupuk Kaltim Uji Kesiapan Hadapi Krisis.

Bontang - Bangun ketangguhan bisnis dari segala potensi ancaman, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) gelar Drilling Test Business Continuity Management System (BCMS) SNI ISO 22301:2019. Kegiatan ini bagian dari tindak lanjut implementasi Sistem Manajemen Kelangsungan Usaha (SMKU) yang dimana Pupuk Kaltim telah tersertifikasi  sejak 02 Februari 2024, sekaligus sarana uji kesiapan organisasi dalam menghadapi situasi krisis berdampak tinggi.

Drilling test mengangkat skenario aksi terorisme peledakan bom di lingkungan Pupuk Kaltim, yang berpotensi mengancam keselamatan insan perusahaan, aset strategis, serta kelangsungan operasional. Melalui simulasi ini, Pupuk Kaltim menguji efektivitas sistem, kejelasan peran, serta kemampuan pengambilan keputusan lintas fungsi dalam kondisi darurat yang kompleks dan dinamis.

Secara ringkas, kondisi berawal dari ancaman anonim yang diterima perusahaan terkait adanya bom di kawasan pabrik. Dilanjutkan peningkatan kewaspadaan internal, pengamanan area sensitif, serta koordinasi awal antar fungsi terkait. Situasi berkembang dengan terjadinya ledakan pada fasilitas pendukung operasional, hingga berdampak pada gangguan suplai energi dan memicu aktivasi sistem proteksi proses.

Kondisi tersebut mendorong perusahaan mengaktifkan mekanisme tanggap darurat, Command Center, serta melakukan asesmen dampak secara menyeluruh sebagai dasar pengambilan keputusan strategis. Berdasarkan hasil penilaian lintas fungsi, manajemen menetapkan eskalasi kondisi darurat dan mengaktifkan Business Continuity Plan (BCP) untuk memastikan fungsi kritikal tetap berjalan, sekaligus menyiapkan langkah pemulihan yang terstruktur dan terkoordinasi.

Direktur Manajemen Risiko Pupuk Kaltim, Teguh Ismartono, mengatakan drilling test BCMS menjadi langkah strategis perusahaan dalam memperkuat budaya kesiapsiagaan, serta tata kelola risiko secara berkelanjutan. Mengingat Pupuk Kaltim sebagai Objek Vital Nasional tidak dapat memandang risiko secara parsial.

Terlebih gangguan operasional yang bersumber dari faktor alam, teknologi, maupun ancaman lainnya seperti terorisme dan keamanan siber, memiliki potensi dampak sangat luas terhadap keselamatan, reputasi, maupun kelangsungan usaha. Hal ini sejalan dengan penerapan tata kelola perusahaan yang baik dan berkelanjutan, serta menjadi landasan penting Pupuk Kaltim menjaga kelangsungan usaha jangka panjang.

“BCMS menjadi kerangka kerja strategis Pupuk Kaltim untuk memastikan perusahaan tetap mampu melindungi, menjaga proses bisnis dan memenuhi tanggung jawab operasional. Bahkan dalam kondisi paling sulit sekalipun,” ujar Teguh Ismartono, saat mengikuti Drilling Test, Jumat (23/1/2026).

Melalui kegiatan ini, Pupuk Kaltim ingin memastikan seluruh lapisan organisasi memahami peran secara jelas saat terjadi krisis. Mulai dari lini operasional di lapangan, fungsi pengamanan dan keselamatan, hingga jajaran manajemen puncak yang bertanggung jawab dalam pengambilan keputusan strategis.

“Pada situasi krisis, kecepatan respons harus berjalan seiring dengan ketepatan keputusan. Makanya kami menguji bagaimana sistem bekerja secara nyata, agar koordinasi lintas fungsi terbangun untuk memastikan keselamatan serta keberlanjutan bisnis,” lanjut Teguh.

Teguh Ismartono menekankan keselamatan jiwa merupakan prioritas utama di tiap skenario darurat. Namun pada saat yang sama, perusahaan juga harus mampu memastikan gangguan tidak berkembang menjadi krisis berkepanjangan, hingga berdampak pada kinerja secara menyeluruh.

Selain itu, drilling test juga sarana evaluasi objektif untuk mengidentifikasi area yang masih perlu diperkuat. Mengingat hasil simulasi akan digunakan sebagai dasar penyempurnaan sistem, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan integrasi antara manajemen risiko, manajemen krisis, dan kelangsungan usaha.

“Tidak ada sistem yang sempurna, namun dengan latihan yang konsisten, evaluasi yang terukur serta komitmen perbaikan yang kuat, ketahanan Perusahaan optimis akan terus meningkat,” tambah Teguh.

VP Manajemen Risiko Korporasi sekaligus Penaggung Jawab implementasi BCMS, Lisa Handayani, menyampaikan kegiatan ini mencerminkan langkah strategis Pupuk Kaltim menerjemahkan ISO 22301:2019 dalam praktik nyata. Terlebih BCMS tidak bisa hanya dipahami sebatas pemenuhan kepatuhan, tapi juga harus melalui uji sistem dengan skenario krisis yang realistis dan berdampak tinggi.

“Simulasi ini menunjukkan bagaimana BCMS bekerja secara end to end. Mulai dari identifikasi ancaman, respons insiden, eskalasi krisis, hingga aktivasi rencana keberlanjutan bisnis. Utamanya keterlibatan manajemen dan koordinasi lintas fungsi harus berjalan secara terstruktur,” terang Lisa.

Dia menambahkan, keberhasilan BCMS tidak hanya ditentukan kualitas prosedur, tapi juga pemahaman seluruh insan organisasi untuk menjalankan secara konsisten. Maka dari itu, hasil simulasi menjadi masukan penting Pupuk Kaltim dalam menyempurnakan analisis dampak bisnis hingga strategi pemulihan, serta penetapan prioritas fungsi kritikal.

"Sebab BCMS tidak terhenti pada pemenuhan standar, tapi menjadi alat untuk menjaga ketahanan dan keberlanjutan perusahaan dalam jangka panjang. Pendekatan ini membedakan organisasi yang sekadar siap di atas kertas, dengan organisasi yang benar-benar tangguh saat krisis terjadi,” tutup Lisa.(*)






TINGGALKAN KOMENTAR