Terkendala Cuaca, Progres Proyek Turap di Api-api Minus 14 Persen
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang meninjau proyek pembangunan turap di Kelurahan Api-api/ M Rifki- Klik Kaltim.
KLIKKALTIM.COM- Wali Kota Bontang Basri Rase, dan Wakil Wali Kota Bontang Najirah melakukan inspeksi mendadak ke pembangunan turap di Kelurahan Api-api, pada Jumat (21/10/2022).
Pembangunan turap dengan alokasi APBD 2021 senilai Rp 6 Miliar itu dikerjakan CV Mitra Piposs. Pengerjaan diketahui baru berkisar di angka 21 persen.
Basri menuturkan, pembangunan turap ini ditujukan untuk meminimalisir banjir. Dengan begitu, masyarakat terdampak tidak lagi khawatir jika terjadi banjir kiriman dari hulu sungai Bontang.
"Saya melihat proyek ini harus dikebut. Karena menyisakan waktu hanya tiga bulan lagi menuju Desember. Harus tambah personil pekerja," ucap Basri saat ditemui di lokasi sidak.
Klik Juga : Dewan Ragu Proyek Turap Gunung Elai Bisa Selesai Tahun Ini
Lebih lanjut, Basri akan memanggil PUPR Kota Bontang untuk membahas terkait pengerjaan penanganan banjir di Bontang.
Kemudian mereka akan melaporkan bagaimana seluruh pengerjaan bisa rampung. Dengan begitu, akan ada sikap yang bisa ditentukan.
"Kita bahas lebih lanjut nantinya," terangnya.
Klik Juga : 1,5 Kilometer Bantaran Sungai di Gunung Elai Butuh Diturap
Dikonfirmasi terpisah Project Manager CV Mitra Piposs Adipt Maraja progres pengerjaan minus 14 persen. Harusnya pengerjaan sudah bisa sampai 35 persen.
Diketahui pengerjaan turap menyasar darah sebelah kanan kalau daei aliran sungai sepanjang 240 meter dengan tinggi 6 meter.
Keterlambatan itu diakibatkan kondisi cuaca yang buruk dan tidak bisa diprediksi. Kemudian kontur tanah yang labil juga membuat pekerjaan sedikit terhambat.
Paling tidak, selama bekerja sejak Juli 2022 lalu. Kata Adipt paling tidak pengerjaan dalam satu bulan hanya efektif 10 hari saja.
"Selama pengerjaan sudah ada 21 luapan air di sungai tersebut. Jadi yang sudah dikerjakan akhirnya terjadi pengulangan karena terendam lumpur lagi," ucap Adipt.
Selanjutnya, Kontraktor optimis mengejar ketertinggalan pengerjaan. Paling tidak Desember bisa rampung 80 persen.
Karena mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu. Bahkan untuk mengebut kontraktor pelaksana akan menambah 10an orang pekerja.
"Kalau mencapai 100 persen sulit. Paling tidak selesai ini hanya 80 persen. Cuman kita coba dulu dengan skema menambah pekerja. Yang penting sudah selesai pancangnya ditancap akan lebih mudah," pungkasnya.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: