Seorang Perempuan di Berebas Tengah Meninggal karena DBD; Ketua RT Minta Fogging Ditingkatkan
Ilustrasi (Chat GPT).
BONTANG- Kasus Demam Berdarah Dangue (DBD) Kota Bontang kembali menelan korban. seorang Warga Berebas Tengah di Gang Tipalayo RT 36 meninggal pada Minggu (24/5) kemarin.
Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Berebas Tengah Abdul Rasyid membenarkan kabar tersebut. Bahkan pihak kelurahan juga melayat ke rumah duka.
"Benar perempuan berusia 22 tahun. Meninggal karena DBD dan ada Tipesnya juga," ucap Abdul Rasyid.
Informasi ini sudah diteruskan ke Dinas Kesehatan untuk melakukan pencegahan dini pasca terdapat korban. Agar bisa melakukan intervensi pemberantasan nyamuk DBD.
Korban sempat dirawat di rumah sakit. Sampai akhirnya meninggal. Wilayah tersebut merupakan kawasan padat penduduk dan musti ada perhatian."Sudah kami laporkan," sambungnya.
Ketua RT 36 Kelurahan Berebas Tengah Suaib meminta agar ada penyemprotan fogging. Agar masalah DBD di wilayahnya bisa ditekan.
Terlebih sudah 2 tahun ini tidak ada penyemprotan untuk wilayahnya. "Kami minta agar ada penanganan segera. Biar bisa menangkal DBD," sambungnya.
Pihak keluarga pun memastikan korban meninggal dalam kondisi positif DBD. Kemudian juga terdapat penyakit lain yaitu infeksi saluran pernapasan.
"Bener karena DBD mas," ucapnya.
Kabar meninggalnya warga Berebas Tengah juga dibernarkan Kepala Dinas Kesehatan Bontang Toetoek Pribadi Ekowati. Kata dia saat ini kasus itu sedang dibahas agar bisa ditangani pencegahan.
"Tapi bukan karena DBD juga. Ada komorbit lain," kata Toetoek.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: