Dinkes Bontang Bantah Warga Berebas Tengah Meninggal Akibat DBD
Ilustrasi.
BONTANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang membantah kabar seorang warga Kelurahan Berebas Tengah meninggal dunia akibat Demam Berdarah Dengue (DBD).
Kepala Dinkes Bontang, Toetoek Pribadi Ekowati mengatakan, berdasarkan hasil diagnosis dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP) rumah sakit, korban meninggal karena infeksi paru-paru.
“Jadi bukan DBD. Sudah dicek, ada infeksi di paru-paru,” ujarnya.
Ia menjelaskan, korban mengalami infeksi saluran pernapasan pada paru-paru disertai penurunan kesadaran yang diduga akibat proses intrakranial (ensefalitis). Selain itu, korban juga mengalami gagal napas dengan dugaan pneumonia dan edema paru akut.
Menurut Toetoek, korban sempat mengalami kejang setelah menjalani perawatan di rumah sakit. Meski demikian, Dinkes tetap akan melakukan penyelidikan epidemiologi untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.
“Terdapat kejang juga setelah dirawat di rumah sakit. Kami akan lakukan penyelidikan lanjutan,” tambahnya.
Sebelumnya diberitakan, seorang perempuan berusia 22 tahun, warga Gang Tipalayo RT 36, Kelurahan Berebas Tengah, meninggal dunia pada Minggu (24/5).
Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Berebas Tengah, Abdul Rasyid, sempat menyebut korban meninggal akibat DBD dan tifus. Informasi tersebut kemudian diteruskan ke Dinkes Bontang untuk penanganan dan langkah pencegahan di lingkungan sekitar.
Korban diketahui sempat menjalani perawatan di rumah sakit sebelum akhirnya meninggal dunia. Kawasan tempat tinggal korban juga disebut merupakan wilayah padat penduduk sehingga perlu mendapat perhatian terkait pencegahan penyebaran penyakit.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: