•   21 May 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Pemkot Bontang Siapkan Insentif Rp500 Juta bagi Wilayah yang Berhasil Tekan Stunting dan Sampah

Bontang - M Rifki
21 Mei 2026
 
Pemkot Bontang Siapkan Insentif Rp500 Juta bagi Wilayah yang Berhasil Tekan Stunting dan Sampah Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni.

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang akan memberikan insentif sebesar Rp500 juta kepada kecamatan dan kelurahan yang berhasil menekan angka stunting serta menangani persoalan sampah di wilayahnya.

Hal itu disampaikan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, usai penandatanganan perjanjian kinerja bersama camat, lurah, dan kepala puskesmas, Kamis (21/5/2026).

Dalam kesempatan itu, Neni menegaskan pejabat yang tidak sanggup menjalankan komitmen tersebut dipersilakan mengundurkan diri.

Menurutnya, penanganan stunting dan pengelolaan sampah menjadi program prioritas yang harus dikerjakan secara serius oleh seluruh perangkat daerah.

“Perjanjian ini diperluas. Para RT juga diberdayakan untuk ikut menjaga komitmen ini. Harusnya permasalahan ini bisa ditangani,” kata Neni Moerniaeni.

Untuk penanganan stunting, camat dan lurah diminta memastikan pelaksanaan Operasi Timbang Serentak pada Juni 2026 mendatang berjalan maksimal. Pemkot Bontang menargetkan persoalan stunting, sampah, dan kemiskinan dapat ditekan secara bersamaan.

Sementara itu, kepala puskesmas diminta menjalin kerja sama dengan perusahaan dalam upaya deteksi dan penanganan anak stunting.

Berdasarkan data Pemkot Bontang, jumlah anak stunting pada 2026 tercatat sebanyak 1.489 anak yang tersebar di 15 kelurahan. Meski demikian, prevalensi stunting menunjukkan tren penurunan dari 25 persen pada 2024 menjadi 17 persen pada 2025.

Selain itu, para lurah juga diminta membentuk Satuan Tugas Gerakan Sampahku Tanggung Jawabku (GESIT) guna menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah dampak buruk terhadap kesehatan masyarakat.

“Pencegahan stunting dimulai dari keluarga. Pemkot Bontang memberikan satu butir telur per hari selama 53 hari. Perusahaan juga turut serta dalam penanganan stunting,” sambungnya.

Neni menegaskan, insentif Rp500 juta akan diberikan kepada wilayah yang dinilai berhasil menurunkan angka stunting sekaligus mengurangi persoalan sampah.

“Silakan bekerja maksimal. Insentif ini akan kami berikan bagi wilayah yang berhasil menurunkan sampah dan stunting,” pungkasnya. (/rif)






TINGGALKAN KOMENTAR