Neni Minta MBG Diprioritaskan untuk Warga Pulau Pesisir, Lima Dapur Masih Dibangun
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni saat mengevaluasi program MBG.
BONTANG – Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni meminta penyaluran program Makanan Bergizi Gratis (MBG) diprioritaskan bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pulau pesisir.
Permintaan itu disampaikan setelah Neni menerima laporan bahwa warga di Kampung Tihi-Tihi, Selangan, Malahing, dan Gusung hingga kini belum menikmati program MBG. Penyebabnya, lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang akan melayani wilayah pesisir masih dalam tahap pembangunan.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, Neni mengusulkan agar SPPG yang lokasinya paling dekat sementara waktu dapat menjangkau masyarakat di kawasan pesisir, sembari menunggu pembangunan lima dapur MBG rampung.
"Coba dipikirkan SPPG yang ada mungkin bisa sementara menyasar ke sana. Sembari menunggu lima SPPG khusus," ujar Neni.
Menurutnya, langkah tersebut penting karena Pemerintah Kota Bontang saat ini tengah memfokuskan upaya penurunan angka stunting. Salah satu intervensi yang dilakukan ialah memastikan pemenuhan gizi masyarakat sejak masa prakehamilan melalui program MBG.
Di sisi lain, pelaksanaan program MBG di Bontang juga masih dievaluasi. Dari total sasaran sebanyak 94.982 warga, hingga kini program tersebut baru menjangkau 46.657 penerima manfaat atau masih di bawah 50 persen.
Neni menilai keberadaan SPPG akan menjadi salah satu ujung tombak pencegahan stunting, terutama melalui pemenuhan gizi bagi ibu menyusui dan balita.
Saat ini, Bontang baru memiliki 21 dapur MBG yang beroperasi. Berdasarkan perhitungan kebutuhan, kota ini memerlukan 33 dapur, termasuk lima dapur yang direncanakan khusus melayani wilayah pesisir.
"Sasarannya masih di bawah 50 persen. Sementara MBG menjadi salah satu strategi untuk mencegah stunting," pungkasnya.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: