•   01 May 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Neni Moerniaeni Beri Dispensasi Karyawan Dampingi Anak di Posyandu

Bontang - Redaksi
05 November 2025
 
Neni Moerniaeni Beri Dispensasi Karyawan Dampingi Anak di Posyandu Neni Moerniaeni Beri Dispensasi Karyawan Dampingi Anak di Posyandu.

BONTANG – Selama lima hari ke depan, Posyandu di seluruh Bontang akan tampak lebih ramai dari biasanya. Pemerintah Kota Bontang mendorong semua orang tua untuk memastikan tumbuh kembang anak mereka tercatat dan terpantau dengan baik melalui Operasi Timbang Serentak jilid kedua, yang digelar Dinas Kesehatan (Diskes) pada 4–8 November 2025.

Di balik kegiatan tersebut, terdapat langkah serius dari Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, yang mengeluarkan surat edaran resmi berisi dispensasi bagi karyawan dan pegawai agar dapat mendampingi anak balita mereka ke Posyandu.

Kebijakan ini bertujuan memberi kesempatan bagi para orang tua untuk terlibat langsung dalam pemantauan tumbuh kembang anak sekaligus mendukung program nasional percepatan penurunan stunting serta peningkatan status gizi anak di Bontang.

Dalam surat edaran itu, seluruh pimpinan perusahaan, instansi, dan lembaga diminta memberikan izin bagi pegawai yang memiliki balita untuk hadir di Posyandu sesuai jadwal.
“Kami ingin memastikan seluruh anak balita di Bontang terpantau tumbuh kembangnya. Operasi timbang ini bukan sekadar rutinitas, tetapi upaya bersama menjaga generasi masa depan kota ini,” ujar Neni, Selasa (4/11/2025).

Dispensasi ini berlaku bagi karyawan yang memiliki anak berusia di bawah lima tahun, dengan waktu izin antara pukul 07.30 hingga 12.00 Wita pada salah satu hari selama periode pelaksanaan.

Pelaksanaan Operasi Timbang Serentak kali ini melibatkan 124 Posyandu di 15 kelurahan se-Kota Bontang. Kegiatan mencakup pengukuran berat dan tinggi badan, serta evaluasi penanganan gizi anak sejak Mei hingga Oktober 2025.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Diskes Bontang, Bambang Sri Mulyono, menjelaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi momen untuk menilai efektivitas program pemberian makanan tambahan dan susu bagi balita.
“Kami ingin melihat perkembangan anak-anak secara menyeluruh, termasuk efektivitas pemberian makanan tambahan dan susu selama beberapa bulan terakhir,” katanya.

Berbeda dari periode pertama, Operasi Timbang kali ini dilengkapi dengan Denver Developmental Screening Test (DDST) untuk menilai perkembangan psikologis dan fisik anak, sekaligus memantau status imunisasi. Anak yang belum menerima imunisasi akan langsung dilayani di lokasi.

Selain di Posyandu, tim kesehatan juga melakukan penyisiran (sweeping) ke rumah-rumah warga agar tidak ada balita yang terlewat dari pendataan.

Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak lintas sektor, seperti kecamatan, kelurahan, Dinas Sosial, Bapperida, serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A).
“Target kami minimal 90,9 persen balita terdata, bahkan diharapkan mencapai 100 persen. Data ini penting sebagai dasar kebijakan lintas instansi dalam penanganan gizi dan stunting,” pungkas Bambang.






TINGGALKAN KOMENTAR