•   11 June 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Wawali Bontang Agus Haris Jajaki Lagi Pembukaan Rute Kapal ke Mamuju

Bontang - M Rifki
11 Juni 2026
 
Wawali Bontang Agus Haris Jajaki Lagi Pembukaan Rute Kapal ke Mamuju Wakil Walikota Bontang Agus Haris.

BONTANG – Rencana pembukaan rute kapal penyeberangan dari Bontang menuju Mamuju, Sulawesi Barat, hingga kini masih menunggu kepastian. Pemerintah Kota Bontang belum menerima jawaban resmi dari PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terkait usulan pembukaan jalur tersebut.

Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris mengatakan, Pemkot terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak agar rute pelayaran tersebut dapat segera terealisasi.

Selain berkoordinasi dengan ASDP, pekan depan Pemkot Bontang juga berencana bertemu dengan dua operator kapal lainnya, yakni KM Cattelya milik swasta dan KM Egon yang dikelola oleh PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni).

Menurut Agus Haris, upaya membuka jalur pelayaran Bontang-Mamuju mendapat dukungan dari kedua daerah. Hal itu terlihat saat Wakil Bupati Mamuju Tengah Askary berkunjung ke Bontang pada Sabtu (6/6/2026) lalu.

“Kami terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak demi mempercepat terwujudnya rute Bontang-Mamuju,” ujar Agus Haris.

Ia menegaskan, pembukaan rute tersebut tidak hanya bertujuan mempermudah mobilitas penumpang. Lebih dari itu, jalur laut langsung ke Sulawesi Barat diharapkan dapat memperluas pasokan bahan pangan ke Kota Bontang.

Dengan bertambahnya sumber pasokan, pemerintah optimistis harga kebutuhan pokok dapat lebih terkendali sehingga membantu menekan laju inflasi daerah.

“Kalau rute ini berhasil dibuka, pasokan pangan akan semakin banyak dan harga bisa lebih terkendali. Selama ini saat hari besar keagamaan harga sembako hampir selalu naik dan masyarakat yang merasakan dampaknya,” katanya.

Di sisi lain, Pemkot Bontang juga mulai mempersiapkan fasilitas pendukung berupa dermaga kapal Ro-Ro. Agus Haris meminta Dinas Perhubungan segera menindaklanjuti rencana pembangunan atau revitalisasi fasilitas tersebut.

Menurutnya, pembangunan dermaga tidak membutuhkan waktu lama karena lokasi sandar kapal sebelumnya sudah tersedia dan hanya memerlukan sejumlah perbaikan.

“Dulu sudah ada tempat sandarnya. Tinggal dibenahi dan ditambah fasilitas pendukung seperti pelensengan baja agar kendaraan bisa naik dan turun dengan mudah. Mudah-mudahan bisa dianggarkan pada APBD Perubahan tahun ini,” pungkasnya.






TINGGALKAN KOMENTAR