Kiki Juara Bintang Pantura Asal Muara Badak jadi Korban Penipuan, Mobil Dibawa Kabur
Ilustrasi
BONTANG - Sebanyak 2 warga Muara Badak membawa diri ke Kantor Polisi untuk melaporkan dugaan kasus penipuan dan penggelapan.
2 korban ini melaporkan 1 orang yang sama karena mobil yang mereka sewakan tak kunjung kembali. Pelapor diketahui bernama Kiki, runner-up (Juara 2) ajang pencarian bakat Bintang Pantura Musim 1 yang disiarkan di Indosiar. Pelapor lainnya adalah Sopan Sopian.
Keduanya melaporkan orang yang sama berinisial LF, yang juga merupakan warga Muara Badak. Dikarenakan pembayaran mandek dan mobil diminta tak dikembalikan.
Sopian lebih dulu melapor pada 21 Desember 2025, sedangkan Kiki menyusul melapor pada akhir Januari 2026.
Hingga 13 Maret 2026, keduanya masih menunggu perkembangan penanganan laporan tersebut.
Kapolsek Muara Badak, Iptu Danang, saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan dugaan penggelapan mobil tersebut. Ia mengatakan proses penyelidikan masih terus berjalan karena kasus ini memerlukan kehati-hatian dalam penanganannya.
“Prosesnya memang masih berjalan sampai sekarang karena ini memang lumayan rumit dan butuh kehati-hatian makannya kami masih memerlukan waktu dan proses,” ungkapnya.
Dari hasil pemeriksaan sementara, kedua pelapor mengaku awalnya mobil mereka hanya disewa oleh terlapor untuk keperluan pekerjaan. Pada awalnya pembayaran sewa berjalan lancar, namun kemudian pembayaran berhenti dan kendaraan yang diminta untuk dikembalikan tidak kunjung ada.
Belakangan mereka ketahui mobil tersebut diduga disewakan kembali kepada pihak lain tanpa sepengetahuan pemiliknya.
Namun dari keterangan terlapor kepada polisi, mobil tersebut disebut memang diperuntukkan untuk jasa carter atau rental lepas kunci yang LF klaim dipercayakan oleh para pelapor kepada dirinya dan diketahui.
Terlapor juga mengaku menyewakan kendaraan tersebut kepada sejumlah pihak yang berada di luar wilayah Muara Badak. Bahkan disebutkan ada kontrak yang dibuat oleh LF dengan penyewa dari luar daerah.
“Saat ini kami masih mencari keberadaan mobil tersebut. Salah satu penyewanya diketahui berada di wilayah Kutai Barat dan kami masih berkoordinasi dengan kepolisian setempat untuk memastikan kebenaran keterangan dari terlapor,” jelasnya.
Ia juga meminta pelapor dan masyarakat bersabar menunggu proses penyelidikan yang masih berlangsung. Polisi saat ini masih mengumpulkan keterangan saksi, bukti, serta menelusuri keberadaan kendaraan yang dilaporkan.
“Wilayah dan jarak juga menjadi keterbatasan dan membutuhkan proses. Apalagi mobil ini tidak terpasang GPS sehingga cukup sulit untuk melacak keberadaannya,” pungkasnya.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: