•   01 May 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Hadapi Arus Teknologi, Neni Minta Guru Perkuat Pendidikan Karakter

Bontang - Redaksi
14 November 2025
 
Hadapi Arus Teknologi, Neni Minta Guru Perkuat Pendidikan Karakter Hadapi Arus Teknologi, Neni Minta Guru Perkuat Pendidikan Karakter.

Bontang - Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan pentingnya peran guru dalam membangun karakter dan menggali potensi siswa di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Pesan itu ia sampaikan saat membuka pelatihan pendalaman pelajaran bagi guru agama tingkat SD se-Kota Bontang, Selasa (11/11/2025) di Auditorium Tiga Dimensi.

Dalam sambutannya, Neni menekankan bahwa tugas guru tidak lagi sekadar menyampaikan materi pembelajaran. Guru, kata dia, harus mampu memahami karakter, potensi, dan permasalahan yang dihadapi setiap murid. “Mengajar sekarang tidak cukup hanya menyampaikan pelajaran. Guru harus mengajar dengan hati,” ujarnya.

Neni menjelaskan bahwa setiap anak memiliki potensi berbeda yang perlu dikenali dan dikembangkan. Ia mengibaratkan potensi itu sebagai “biji tanaman” yang akan tumbuh subur jika dirawat dengan tepat. Ia mencontohkan, bakat menari, menggambar, atau olahraga perlu diarahkan melalui aktivitas ekstrakurikuler agar tidak padam.

Selain penguatan potensi, Neni juga menyoroti tantangan pendidikan di era digital. Ia mengaku prihatin dengan maraknya konten negatif yang mudah diakses anak-anak melalui media sosial. “Banyak konten yang tidak pantas beredar. Ini tantangan besar bagi kita semua,” tuturnya.

Karena itu, ia menilai pendidikan karakter berbasis nilai agama menjadi sangat penting. Ia mengapresiasi peran guru lintas agama yang dianggap mampu membentuk kecerdasan spiritual, emosional, dan sosial anak. “Guru lintas agama punya peran besar menjaga karakter anak-anak kita,” tambahnya.

Neni juga menekankan perlunya langkah preventif dalam mengatasi permasalahan perilaku siswa. Ia mendorong guru berkolaborasi dengan psikolog untuk melakukan asesmen terhadap anak yang memerlukan perhatian khusus. “Lebih baik mencegah daripada memperbaiki. Tanganilah dengan kasih sayang,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia turut mengajak guru mendukung gerakan “Sampahku Tanggung Jawabku” sebagai bagian dari pembentukan karakter disiplin dan peduli lingkungan. “Ajak anak-anak menjaga kebersihan. Itu bagian dari pendidikan moral,” pesannya.

Neni menutup sambutannya dengan apresiasi kepada para guru atas dedikasi mereka. “Guru adalah orang tua kedua. Dari tangan Bapak-Ibu gurulah masa depan anak-anak Bontang dibangun,” pungkasnya.






TINGGALKAN KOMENTAR