DPM-PTSP Bontang Matangkan Rencana Umum Penanaman Modal Tahun 2025
Pegawai DPM-PTSP Bontang saat menggelar rapat bersama tim dari Universitas Mulawarman (Istimewa)
BONTANG – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Bontang menggelar kegiatan ekspose laporan akhir penyusunan Rencana Umum Penanaman Modal (RUPM) Tahun Anggaran 2025. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya memperkuat arah pembangunan dan kebijakan investasi.
Kepala DPMPTSP Bontang Muhammad Aspiannur menjelaskan, RUPM merupakan dokumen penting yang menjadi rujukan dalam merumuskan strategi investasi jangka panjang. Sekaligus mengintegrasikan perencanaan antar sektor agar tidak terjadi tumpang tindih kebijakan.
“Dokumen RUPM menjadi instrumen perencanaan strategis yang mampu menyelaraskan kebijakan pembangunan dan investasi, sehingga setiap perangkat daerah memiliki acuan yang sama dalam menetapkan prioritas sektor unggulan. Dokumen ini telah kami ekspose,” kata Aspiannur, belum lama ini.
RUPM Kota Bontang sebelumnya diatur melalui Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 64/2014. Perwali berlaku hingga 2025. Penyusunan versi terbarunya kini tengah dilakukan, guna menyesuaikan dengan perkembangan kebijakan nasional, dinamika ekonomi global, serta perubahan sistem pemerintahan pasca terbitnya Perpres Nomor 16/2012.
Aspiannur mengatakan, pembaruan RUPM juga mempertimbangkan perubahan struktur layanan perizinan yang kini telah berbasis sistem Online Single Submission (OSS), serta penyesuaian nomenklatur kelembagaan.
“RUPM terbaru akan kami arahkan agar selaras dengan visi-misi kepala daerah dan RPJMD Bontang 2025–2029, serta potensi investasi lokal dan regional di Kalimantan Timur. Harapannya, dokumen ini benar-benar mampu menjadi panduan dalam menarik investasi berkualitas yang berdampak langsung pada perekonomian masyarakat,” jelasnya.
Tak hanya itu, ia menuturkan, kini telah melakukan koordinasi lintas sektor guna mengevaluasi potensi dan hambatan investasi yang ada, termasuk penyelarasan dengan agenda reformasi birokrasi yang tengah berlangsung.
"Langkah ini untuk memastikan arah pengembangan sektor investasi di Bontang tetap adaptif terhadap perubahan dan memiliki dampak jangka panjang bagi pertumbuhan daerah," tandasnya.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: