Cegah Penyalahgunaan, Beasiswa UKT Otomatis Terbayar ke Universitas
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni.
Bontang - Seiring dengan berjalannya Program Pemberian Uang Kuliah Tunggal (UKT) Kota Bontang Tahun 2025, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menegaskan bahwa dana beasiswa tidak dapat disalahgunakan oleh mahasiswa.
Program ini resmi diluncurkan pada beberapa Waktu lalu, di Ballroom Grand Mutiara Hotel Bontang, dan ditujukan bagi mahasiswa D3, D4, S1, S2, S3, profesi, serta spesialis.
Sebanyak 2.038 mahasiswa dinyatakan lulus seleksi dan berhak menerima beasiswa dengan total anggaran sebesar Rp13 miliar. Program tersebut bertujuan mendukung pendidikan putra-putri Bontang sekaligus meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) daerah.
Menurut Neni, mekanisme pembayaran dibuat ketat sehingga dana UKT langsung digunakan sesuai peruntukannya.
“Uang ini masuk langsung ke rekening mahasiswa dan otomatis dibayarkan ke universitas. Jadi tidak ada ruang untuk menyalahgunakan,” tegasnya.
Program UKT Kota Bontang bekerja sama dengan tiga bank, yakni Bank Mandiri, Bank Kaltimtara, dan Bank Syariah Mandiri.
Neni juga mengingatkan para penerima agar memanfaatkan program ini secara maksimal, tidak hanya untuk membayar kuliah, tetapi juga memperbaiki perilaku.
“Jangan membakar uang untuk hal tidak penting. Yang biasanya merokok, coba berhenti. Apalagi narkoba, harus benar-benar dihindari,” pesannya.
Lebih lanjut, Neni berharap pihak kampus tidak menaikkan nilai UKT mahasiswa penerima beasiswa selama masa kuliah. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemkot Bontang menyiapkan perjanjian kerja sama dengan setiap universitas.
“Ada naskah perjanjian agar kampus tidak menaikkan UKT di tengah jalan hanya karena dibayarkan pemerintah,” tandasnya.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: