Agus Haris Tinjau Banjir di Bontang Utara: 21 RT Terendam, Warga Harus Tetap Waspada
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris saat melakukan peninjauan. (Dok Prokompim)
BONTANG – Hujan deras yang mengguyur Kota Bontang pada Rabu (22/10/2025) meninggalkan jejak genangan luas di Kecamatan Bontang Utara. Pada Kamis (23/10/2025) pagi, suasana masih tampak muram ketika Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, turun langsung meninjau kawasan yang terendam.
Rombongan menyusuri satu per satu titik terdampak, mulai dari Perumahan Bontang Permai, kawasan belakang Bank Dhanarta, hingga Belakang Xtoys—wilayah yang kali ini mengalami genangan cukup parah. Di beberapa titik, air masih setinggi pinggang orang dewasa, merendam rumah-rumah dan akses jalan warga.
Menurut laporan awal, banjir dipicu oleh curah hujan tinggi yang membuat aliran air dari kawasan Kilometer 5 Jalan Poros Bontang–Samarinda meluap. Sistem drainase yang tidak berfungsi optimal menyebabkan air tak mampu mengalir lancar, hingga akhirnya meluber ke permukiman.
“Sedikitnya ada 21 RT di Kelurahan Api-Api yang terdampak dengan tingkat genangan berbeda-beda,” ujar Agus Haris di sela peninjauan. Ia menegaskan bahwa persoalan banjir di kawasan ini tidak bisa ditangani secara parsial, karena aliran air berasal dari wilayah yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi.
Ia menyebut perlunya langkah teknis yang lebih besar untuk mencegah banjir kembali terjadi.
“Perlu dilakukan penurunan elevasi tanah di sisi kanan dan kiri jalan utama, agar air tidak lagi meluap ke permukiman,” jelasnya.
Agus juga menyoroti kondisi drainase yang belum mampu menampung debit air besar saat hujan deras. Sementara itu, Pemkot Bontang telah melakukan normalisasi saluran setiap tiga bulan, serta menjalin koordinasi dengan pemerintah provinsi dan para ketua RT. Namun anggaran penanganan dari provinsi diperkirakan baru bisa berjalan pada tahun 2026.
Sebagai rencana jangka panjang, Pemkot menyiapkan strategi seperti penurunan elevasi badan jalan dari hulu ke hilir serta revitalisasi Waduk Kanaan sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir ke depan.
Di tengah upaya penanganan itu, Agus tak lupa mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan menjaga lingkungan sekitar.
“Komunikasi dan pengawasan rutin harus terus dilakukan, agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.
Ia juga mengimbau warga untuk terus menjaga kebersihan saluran air agar tidak tersumbat, mengingat curah hujan yang masih berpotensi tinggi dalam beberapa waktu ke depan.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: