•   30 April 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

3 Kelurahan di Bontang Jadi Pilot Project Satu Data Indonesia, Kemiskinan hingga Pengangguran Bisa Terpantau

Bontang - M Rifki
30 April 2026
 
3 Kelurahan di Bontang Jadi Pilot Project Satu Data Indonesia, Kemiskinan hingga Pengangguran Bisa Terpantau Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris.

BONTANG – Tiga kelurahan di Kota Bontang ditunjuk sebagai pilot project program Desa/Kelurahan Cinta Statistik (Kelurahan Cantik) pada 2026.

Ketiga wilayah tersebut yakni Kelurahan Kanaan, Kelurahan Belimbing, dan Kelurahan Satimpo.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Bontang, Nur Wahid, mengatakan program ini bertujuan memperkuat kapasitas aparatur kelurahan dalam mengelola data statistik secara mandiri, terintegrasi, dan akurat sebagai bagian dari implementasi Satu Data Indonesia.

“Target pembinaan selesai pada Juni hingga Juli 2026. Setelah itu, aksi pengumpulan data kami serahkan ke masing-masing kelurahan,” ujar Nur Wahid.

Melalui program ini, aparatur kelurahan akan dibekali pedoman statistik agar mampu melakukan input dan pengelolaan data secara sistematis.

Data yang dihimpun nantinya mencakup berbagai indikator penting, seperti:

Angka kemiskinan
Pengangguran
Penempatan kerja
Kondisi ekonomi warga
Tingkat kesejahteraan masyarakat
Profil sosial ekonomi berbasis by name by address

Dengan sistem tersebut, pemerintah dapat memantau kondisi masyarakat secara lebih detail dan akurat hingga level kelurahan.

Selain Kelurahan Cantik, BPS Bontang juga tengah menyiapkan dua agenda besar lainnya, yakni Pendataan Potensi Desa/Kelurahan serta Sensus Ekonomi 2026 yang akan dimulai pada Juni mendatang.

Nur Wahid meminta dukungan penuh dari Pemerintah Kota Bontang hingga tingkat RT agar seluruh proses pendataan berjalan maksimal.

“Banyak agenda yang akan kami lakukan. Semoga bisa mendapat dukungan penuh,” katanya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menilai program ini menjadi langkah strategis dalam memperbaiki kualitas data pemerintahan dari tingkat paling bawah.

Menurutnya, selama ini pengelolaan data masih banyak bertumpu di tingkat kota. Dengan program ini, kelurahan nantinya dapat langsung melakukan pembaruan data warga secara berkala.

“Kalau sekarang tim kota yang banyak bekerja. Nanti kelurahan juga bisa langsung menginput dan memperbarui data sendiri,” ujar Agus Haris.

Ia mencontohkan data kemiskinan yang selama ini dihimpun di tingkat kota dapat diperinci kembali di tingkat kelurahan melalui sistem by name by address dan dimasukkan ke website resmi.

Keterbukaan data ini dinilai penting agar kondisi sosial masyarakat dapat terpantau lebih cepat, akurat, dan menjadi dasar pengambilan kebijakan yang lebih tepat sasaran. (*rif)






TINGGALKAN KOMENTAR