•   01 May 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Tak Hari-hari Sekolah; SPNF SKB Bontang Buka Kelas Mandiri, Cukup 4 Kali Pertemuan 1 Semester

Advertorial - Asriani
29 April 2026
 
Tak Hari-hari Sekolah; SPNF SKB Bontang Buka Kelas Mandiri, Cukup 4 Kali Pertemuan 1 Semester Ilustrasi peserta didik di SPNF SKB Bontang tengah mengurus pemberkasan.

BONTANG- Satuan Pendidikan Nonformal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Bontang, menghadirkan kelas mandiri dalam program pendidikan kesetaraan. 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SPNF SKB Bontang, Hairul Saleh mengungkapkan, kelas mandiri ini memberi kemudahan bagi warga belajar karena pertemuan tatap muka hanya berlangsung empat minggu dalam satu semester.

Skama ini menerapkan sistem pembelajaran hybrid, yakni perpaduan luring dan daring. Untuk pembelajaran jarak jauh, peserta menggunakan aplikasi WhatsApp sebagai media utama.

"Jadi ada nanti luar jaringan (luring) ada daring (dalam jaringan). Daringnya pakai aplikasi WhatsApp, materi dan tugas dikumpul di lewat disitu juga," ujarnya saat ditemui, Senin (27/04/2026).

Kata Hairul, kelas mandiri pertemuan tatap muka hanya dilakukan empat kali dalam enam bulan. Jadwalnya tersebar masing-masing satu minggu di awal semester, pertengahan, akhir, serta satu minggu khusus untuk ujian semester.

“Totalnya empat minggu saja dalam satu semester. Selebihnya mereka belajar mandiri,” beber dia.

Menurut Hairul, konsep ini dirancang untuk mendorong kemandirian warga belajar, terutama bagi peserta yang sudah berusia dewasa. 

Pertemuan langsung lebih difungsikan sebagai ruang konfirmasi materi yang belum dipahami selama belajar mandiri.

"Pada saat belajar mandiri, warga belajar tidak paham bisa dikonfirmasinya nanti pada saat pertemuan tatap muka," tambah dia.

Pun program mandiri ini juga menyesuaikan kebutuhan peserta. Untuk usia sekolah, diarahkan agar bisa melanjutkan ke pendidikan formal. Sementara, bagi peserta dewasa, lebih difokuskan pada kebutuhan ijazah dan peningkatan kompetensi.

Dengan jadwal yang fleksibel dan pertemuan pada malam hari, Hairul menegaskan kini tidak ada lagi alasan bagi masyarakat untuk tidak mengenyam pendidikan.

"Mungkin yang tidak pernah punya sekolah, tidak punya ijazah sudah tidak ada alasan  lagi, karena sudah diakomodir," tutup Hairus Saleh.






TINGGALKAN KOMENTAR