Disdikbud Sebut Budi Pekerti Jadi Dasar Pembinaan Karakter Anak
Kepala Disdikbud Kota Bontang, Abdu Safa Muha
BONTANG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang, mendorong penguatan nilai budi pekerti untuk mengatasi persoalan anak, mulai dari pelecehan hingga penyalahgunaan narkotika.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha mengatakan, budi pekerti menjadi dasar utama dalam pembinaan karakter siswa di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks.
“Anak-anak kita latih character building, kasis narkoba dan pelecehan itu tidak mungkin kita hanya berpangku tangsn, kita akan kehilangan generasi," ungkapnya saat ditemui, Rabu (29/04/2026).
Menurut dia, nilai budi pekerti sejatinya bukan hal baru dalam dunia pendidikan. Konsep ini sejalan dengan character building yang saat ini kembali ditekankan pemerintah.
Safa jelaskan, penguatan budi pekerti tidak cukup hanya diajarkan di dalam kelas, tetapi juga harus tercermin dalam perilaku sehari-hari, baik oleh siswa maupun guru.
Pun, peran guru tidak hanya sebatas mengajar, tetapi juga membimbing kehidupan sosial siswa, bahkan di luar lingkungan sekolah.
"Pentingnya character building untuk mengembalikan fungsi sosialnya guru yang sesungguhnya," tegasnya.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya empati sebagai bagian dari nilai budi pekerti. Guru diminta lebih peka terhadap kondisi siswa, termasuk di luar jam pelajaran.
Dirinya berharap, penguatan budi pekerti dapat menjadi solusi dalam membentuk generasi yang lebih berkarakter dan berdaya saing. Sebab, salah satu bentuk karakter itu empati dan estetika.
"Karena budi pekerti bagian dari empati," jelas Abdu Safa Muha.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: