Rumor Anak Dewan Diloloskan Masuk SMA via Jalur Warga Miskin; Komisi IV DPRD Kaltim Sebut Kesalahan Sistem
Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Baba
KLIKKALTIM – Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) memastikan kabar mengenai anak anggota DPRD yang diterima di SMA melalui jalur afirmasi tidak sesuai dengan hasil klarifikasi yang dilakukan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim.
Kesalahan yang sempat muncul disebut terjadi akibat gangguan pada sistem pendaftaran.
Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Baba, mengatakan pihaknya langsung meminta penjelasan kepada Disdikbud setelah muncul dugaan adanya anak legislator yang lolos melalui jalur afirmasi dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.
Hasil penelusuran menunjukkan dua calon peserta didik yang diterima di SMA Negeri 1 Samarinda dan SMA Negeri 5 Samarinda sejak awal mendaftar melalui jalur prestasi, bukan jalur afirmasi.
"Mereka mendaftar di jalur prestasi, tetapi karena sistemnya error saat pendaftaran jadi terlempar ke afirmasi,” ujar Baba kepada wartawan di Samarinda.
Ia menjelaskan, pada awal pembukaan SPMB, sistem pendaftaran sempat mengalami kendala akibat tingginya jumlah pendaftar yang mengakses secara bersamaan.
“Gangguan tersebut mengakibatkan sejumlah data peserta tidak terbaca sesuai jalur yang dipilih,” jelasnya.
Baba menambahkan, setelah dilakukan verifikasi, kedua calon siswa tersebut juga tidak memenuhi persyaratan administrasi untuk jalur afirmasi karena tidak memiliki dokumen pendukung yang menjadi syarat penerimaan.
Menurutnya, kondisi itu membuktikan bahwa keduanya bukan peserta yang diterima melalui kuota afirmasi.
Jalur afirmasi sendiri merupakan salah satu jalur penerimaan dalam SPMB yang diperuntukkan bagi calon murid dari keluarga kurang mampu dan penyandang disabilitas.
Pada tahun ini, kuota jalur afirmasi ditetapkan sebesar 30 persen dari total daya tampung sekolah.
Baba turut mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan apabila menemukan dugaan ketidaksesuaian dalam proses penerimaan peserta didik baru.
"Kalau masih ada dugaan ketidaksesuaian dalam proses penerimaan siswa, silakan dikonfirmasi langsung ke sekolah yang bersangkutan karena operator SPMB berada di masing-masing sekolah,” demikian Baba.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: