•   23 May 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Sabu Gratis Jadi Pintu Masuk, 6 Pelajar di Bontang Berujung Kecanduan

Bontang - M Rifki
23 Mei 2026
 
Sabu Gratis Jadi Pintu Masuk, 6 Pelajar di Bontang Berujung Kecanduan Ilustrasi.

BONTANG – Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Bontang mencatat sebanyak enam anak di bawah umur menjalani rehabilitasi akibat kecanduan sabu sepanjang 2026.

Mayoritas dari mereka masih berstatus pelajar tingkat SMA dan SMK. Bahkan, terdapat seorang anak berusia 13 tahun yang ikut terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.

Kepala BNNK Bontang, Lulyana Ramdhani, mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Berdasarkan hasil asesmen, sebagian besar anak mengenal sabu dari lingkungan pergaulan mereka sendiri.

Ironisnya, narkoba itu awalnya diberikan secara gratis oleh rekan yang lebih tua untuk dicoba. Namun, setelah mencoba, mereka akhirnya mengalami ketergantungan.

“Dua orang sudah putus sekolah, sementara empat lainnya masih aktif di SMA sederajat,” ujar Lulyana.

Ia mengatakan, peningkatan kasus penyalahgunaan narkotika di kalangan remaja menjadi perhatian serius. Jumlah anak yang direhabilitasi pada tahun ini meningkat hingga 200 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya tiga orang.

Rentang usia pengguna yang menjalani rehabilitasi berada di kisaran 13 hingga 17 tahun. Angka tersebut diperkirakan masih dapat bertambah karena tahun 2026 masih berjalan.

Lulyana menjelaskan, tiga kasus pertama ditemukan pada periode Januari hingga Maret 2026. Kemudian pada April, kembali ada tiga keluarga yang datang ke BNNK untuk meminta bantuan rehabilitasi bagi anak mereka yang terindikasi menggunakan sabu dan obat terlarang.

Hasil asesmen menunjukkan mayoritas anak mulai mengenal narkoba dari lingkungan pergaulan dengan orang yang lebih tua, bahkan ada yang sudah bekerja.

“Rata-rata mereka mendapatkannya secara gratis. Mereka bergaul dengan orang yang bukan seusianya. Awalnya diajak mencoba, lama-lama menjadi ketergantungan,” jelasnya.

Ia pun mengingatkan orang tua agar lebih memperhatikan pergaulan anak, termasuk aktivitas mereka di media sosial. Menurutnya, ruang digital saat ini memungkinkan anak berinteraksi dengan orang asing tanpa batas.

BNNK Bontang juga membuka layanan konsultasi bagi masyarakat yang mencurigai anggota keluarganya terpapar narkotika. Penanganan sejak dini dinilai lebih efektif untuk mencegah kondisi anak semakin parah.

“Kalau ada anak yang diindikasikan menggunakan narkoba, kami siap menerima konsultasi. Jangan malu, karena mereka ini korban yang salah jalan dan perlu dibantu untuk kembali pulih,” pungkasnya. (*)






TINGGALKAN KOMENTAR