Pernah Didenda Rp 1,8 Miliar; Perusahaan Asal Samarinda Kini Garap Kolam Polder Tanjung Laut Rp 38,5 M
Proyek bendungan di Kampung Masdarling yang dikerjakan perusahaan asal Samarinda beberapa tahun lalu sempat menuai sorotan karena menyebabkan bencana di sekitar pemukiman warga setempat. (Dok)
BONTANG - Tender proyek pembangunan kolam polder Tanjung Laut senilai Rp 38,5 miliar dimenangkan PT Bumi Lansinrang. Perusahaan asal Samarinda ini harus menyelesaikan pekerjaannya dengan masa kerja selama 7 bulan.
Proyek ini akan dibangun di atas lahan seluas 15.067 meter persegi, kemudian genangan sekitar 10.018 meter per segi.
Kepala Bidang Sanitasi, Air Minum, dan Sumber Daya Air Dinas PUPRK Bontang, Edi Suprapto, mengatakan untuk penunjukan pemenang itu melalui proses E-Katalog atau mini kompetisi.
"Karena waktu singkat kami pakai mini kompetisi atau E-Katalog," ucap Edi.
Dari hasil penelusuran klikkaltim, perusahaan ini bukan kali pertama bekerja di sekitar Bontang. Pada 2024 lalu, perusahaan ini mengerjakan proyek bendungan di Kampung Masdarling, Kelurahan Kanaan, Kecamatan Bontang Barat.
Namun, pekerjaan mereka sempat mangkrak 5 bulan karena alasan teknis, serta dikenai denda Rp 1,8 miliar. Tak itu saja, akibat pekerjaan mereka lingkungan warga menjadi rusak. Sungai buatan mereka justru berdampak pada ancaman longsor.
Kendati demikian catatan mereka itu menjadi perhatian Pemkot Bontang. Mereka bahkan dimintai komitmen untuk bisa mengerjakan proyek polder tanpa ada keterlambatan.
Konsekuensi saat terlambat perusahaan akan didenda dengan nilai cukup lumayan. Hitungannya per hari bisa dikenakan Rp38,5 juta.
"Kalau masalah itu kami kurang paham. Kalau dia bermasalah pasti ada masuk daftar hitam. Tapi ini kan tidak. Tapi kami akan pantau," sambungnya.
Dikonfirmasi terpisah perwakilan PT Bumi Lasinrang Nana mengaku saat ini proses persiapan pembangunan sedang dilakukan.
Perusahaan juga memiliki time line dan mitigaai dalam pelaksanaan pengerjaan. Sebagai eksekutor di lapangan Saat ini pengerjaan kubikasi tengah dilakukan.
Keterlambatan pengerjaan biasanya disebebkan beberapa faktor. Paling sering dihadapi ialah cuaca ekstrem. Disingging soal pengerjaan lama Nana enggan komentari banyak. Karena perusahaan fokus pada amanah pengerjaan saat ini.
"Kami sudah siap. Ini lagi pembongkaran rumah di sana yang sudah dibebaskan," ucapnya.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: