Pemkot Setuju Program Penanaman Difokuskan di Lahan Kritis Bontang Barat; Perusahaan Diajak Turut Andil
Potret kawasan bekas tambang Galian C yang perlu di pulihkan (Klik Kaltim).
BONTANG - Bak gayung bersambut, usulan DPRD Kota Bontang untuk memulihkan lahan yang rusak akibat eksplorasi di Kecamatan Bontang Barat didukung Pemkot.
Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris menilai langkah pemulihan lingkungan sudah dicanangkan sejak awal kepemimpinannya bersama Wali Kota Neni Moernaeni.
Langkah awal, Pemkot Bontang akan melakukan pemetaan kawasan yang dianggap perlu dilakukan pemulihan segera. Setelah pemetaan selesai, setiap program penanaman akan diarahkan di titik-titik yang telah ditetapkan.
Setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) yang baru saja naik pangkat digerakkan melakukan penanaman pohon. Begitu juga dengan calon pengantin yang diwajibkan menyumbang bibit pohon sebagai langkah pemulihan lingkungan.
Bedanya, kali ini konsentrasi perawatan pohon juga akan dipantau. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang akan melakukan proses pemantauan tersebut.
"Usulan itu akan diseriusin. Apalagi Bontang alami krisis air yang cukup banyak. Perlu ada pemulihan lingkungan. Karena satu pohon bisa menghasilkan satu drum air. Fokus di kawasan kosong atau lahan tidur," ucap Agus Haris.
Pria yang kerap disapa AH ini menilai sejumlah daerah di Kaltim saat ini juga sedang mengalami krisis air bersih. Bahkan akibat kemarau panjang, sungai juga ikut surut.
"Fenomena ini harus dimaknai sebagai pengingat pentingnya setiap daerah untuk menjaga lingkungan," sambungnya.
Mobilisasi Perusahaan Sumbangan Bibit
Agus Haris menilai perusahaan juga punya peran penting membantu pemulihan lingkungan. Sebagai Ketua Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), anggaran CSR akan diminta untuk membeli bibit.
Setelah bibit itu terkumpul, gerakan menanam pohon secara massal akan digaungkan. Kemudian setiap orang yang terlibat akan mempunyai tanggung jawab untuk memastikan pohon itu tumbuh dengan subur.
"Kami akan minta bantuan ke perusahaan juga. Kalau ini ditangani dengan serius, hasilnya juga akan baik. Dampaknya sampai ke anak dan cucu kita," tuturnya.
Sebelumnya diberitakan, Ancaman krisis air mulai terjadi di Bontang. WIlayah Kecamatan Bontang Barat paling terdampak saat ini. Cadangan air bawah tanah di musim kemarau sekarang tersisa 50 persen.
Air bawah tanah di Bontang Barat bergantung dari daerah resapan di kawasan hutan lindung di sepanjang Bontang Barat hingga ke Bontang Lestari. Pembukaan lahan yang masif di sana menyebabkan resapan air hujan gagal menambah cadangan air bawah tanah.
Anggota DPRD Bontang Joni Alla Padang menilai perlu adanya gerakan penanaman pohon untuk memulihkan wilayah eks tambang ilegal galian C dan pembukaan lahan secara sporadis.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: