•   05 June 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Pemkot Bontang Perkuat Layanan Penanganan Autisme, Bisa Akses BPJS

Bontang - M Rifki
04 Juni 2026
 
Pemkot Bontang Perkuat Layanan Penanganan Autisme, Bisa Akses BPJS Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni.

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang terus meningkatkan perhatian terhadap penanganan anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) atau autisme. Salah satu upaya yang dilakukan ialah memperkuat layanan kesehatan dan terapi yang dapat diakses masyarakat, termasuk melalui BPJS Kesehatan.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan autisme merupakan kondisi yang tidak disebabkan oleh satu faktor tunggal. Berbagai penelitian menyebut autisme muncul akibat kombinasi faktor genetik dan perkembangan otak yang terjadi sejak masa kehamilan maupun awal kehidupan anak.

Menurut Neni, pemerintah tidak ingin terjebak pada perdebatan mengenai penyebab autisme, melainkan lebih fokus pada upaya penanganan dan pelayanan bagi anak-anak yang membutuhkan pendampingan khusus.

“Banyak faktor penyebabnya. Tapi kita tidak bisa saling menyalahkan. Kami di Pemkot Bontang akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik,” kata Neni.

Ia menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan berbagai layanan kesehatan untuk mendukung tumbuh kembang anak, termasuk fasilitas terapi yang dapat diakses masyarakat.

Selain itu, sejumlah layanan terapi juga dapat memanfaatkan jaminan kesehatan melalui BPJS sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku.

Neni juga mengajak para orang tua untuk rutin memantau tumbuh kembang anak melalui posyandu maupun fasilitas kesehatan terdekat. Menurutnya, deteksi dini menjadi langkah penting agar anak dapat segera memperoleh penanganan apabila ditemukan tanda-tanda keterlambatan perkembangan.

Gejala autisme umumnya mulai terlihat sebelum usia tiga tahun. Beberapa tanda yang sering muncul antara lain keterlambatan bicara, minim kontak mata, lebih senang bermain sendiri, sering mengulang gerakan atau kata tertentu, hingga memiliki sensitivitas berlebih terhadap suara, cahaya, atau sentuhan.

Untuk mendukung layanan tersebut, Pemkot Bontang juga memiliki fasilitas Autisme Center yang dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai sarana pendampingan dan terapi.

“Pemkot Bontang juga punya Autisme Center. Itu bisa dimanfaatkan masyarakat yang membutuhkan layanan pendampingan,” ujarnya.

Terkait jumlah penyandang autisme di Kota Bontang, Neni mengaku data yang tersedia masih perlu diverifikasi kembali. Saat ini pemerintah memiliki data berbasis geospasial yang tersimpan di Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapperida).

“Datanya ada, tetapi saya belum hafal jumlahnya. Nanti akan kami cek kembali,” pungkasnya.






TINGGALKAN KOMENTAR