Pekerja dan Anak Sekolah Berangkat Jam 6 Pagi; Hindari Banjir Rob di Bontang Kuala
Kondisi genangan air laut yang merendam akses satu-satunya di Bontang Kuala, Senin (20/4/2026) pagi.
BONTANG- Banjir rob yang merendam jalanan utama Bontang Kuala memaksa sejumlah anak sekolah dan pekerja untuk pergi lebih pagi demi menghindari genangan air asin.
Seperti banjir rob yang terjadi hari ini, Senin (20/4/2026) pagi sekitar pukul 06.00 Wita para anak sekolah sudah berangkat diantar oleh orang tuanya yang juga harus bekerja.
Banjir kali ini disebut cukup tinggi, pun wilayah yang sebelumnya tak terdampak ikut terendam di sekitar jalan utama Bontang Kuala.
Dari pantauan klikkaltim, para orang tua mengendarai motor mengantar anak mereka melintas di trotoar. Mereka harus lebih dini pergi sebab hari ini anak mereka tengah mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) di sekolah.
Satu persatu kendaraan roda 2 melintas secara bergantian. Tak jarang juga terdapat warga yang menerobos jalan yang sudah terendam air asin.
Rahmi salah seoranh warga menuturkan dirinya harus lebih lagi mengantarkan anak sebelum air lebih tinggi. Air laut akan semakin tinggi bila berangkat pada lukul 06.30 Wita.
"Harus pagi. Dari pada terlambat. Meski ada toleransi sekolah tapi dirinya ingin anaknya tetap disiplin," ucap Rahmi.
Salah seorang ASN juga bahkan juga harus berangkat lebih pagi. Sebab sang anak yang bersekolah di dilangan Bontang Barat harus sampai tepat waktu.
"Kalau saya kan sekalian ke kantor juga apel terus anak juga harus sekolah," tuturnya.
Rencana pemerintah mengatasi banjir rob di Bontang Kuala belum mendapat titik terang, walaupun telah meminta ke kementerian terkait.
Banjir rob diketahui sudah terjadi sejak Sabtu (18/4) lalu. Ketinggian air laut bahkan mencapai 2,4 meter. Walhasil akses warga di Bontang Kuala lumpuh pada pagi hari.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: