•   07 July 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Tindak Lanjuti Kasus Dugaan Korupsi BGN: Dua SPPG di Bontang Didatangi Kejari, Pengelola Dimintai Keterangan

Bontang - M Rifki
06 Juli 2026
 
Tindak Lanjuti Kasus Dugaan Korupsi BGN: Dua SPPG di Bontang Didatangi Kejari, Pengelola Dimintai Keterangan Ilustrasi SPPG.

BONTANG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bontang mulai meminta keterangan kepada pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Bontang Utara dan Bontang Barat. Langkah ini merupakan tindak lanjut atas instruksi Kejaksaan Agung RI setelah pengungkapan kasus dugaan korupsi di Badan Gizi Nasional (BGN).

Kepala Kejari Bontang, Beni Putra, melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Fajarudin Semar Thaimiyah Salampessy mengatakan, tim mendatangi SPPG untuk menelusuri tata kelola pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), mulai dari tahap perencanaan, pengelolaan anggaran, hingga pendistribusian makanan kepada penerima manfaat.

Menurutnya, kegiatan tersebut masih sebatas pengumpulan bahan keterangan sebagai bagian dari tahap awal atau pra-penyelidikan.

"Sudah dua kecamatan kami datangi. Permintaan keterangan ini merupakan langkah awal dalam menjalankan instruksi pimpinan terkait tata kelola SPPG di daerah," ujar Fajarudin.

Ia menambahkan, pengelola dapur SPPG di Bontang bersikap kooperatif dan menyerahkan dokumen maupun data yang dibutuhkan penyidik.Kejari menargetkan seluruh SPPG yang tersebar di 21 titik di Kota Bontang akan didatangi selama Juli 2026.

Menurut Fajarudin, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai ketentuan sehingga manfaatnya dapat diterima secara optimal oleh para siswa.

"Semuanya masih berproses dari tahap awal. Kalau ada perkembangan nanti akan kami sampaikan," katanya.

Sementara itu, Kepala SPPG Bontang Barat 3 yang dikelola Yayasan Tunas Bangsa, Hendra Margono, membenarkan adanya kunjungan tim Kejari beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan seluruh data yang diminta telah disampaikan, mulai dari administrasi pembiayaan operasional dapur, data tenaga kerja, hingga mekanisme pendistribusian makanan.

"Benar, tim Kejari sudah datang. Kami kooperatif dan menyampaikan seluruh data yang diminta sesuai kondisi yang sebenarnya," ujar Hendra.






TINGGALKAN KOMENTAR