Neni Lepas 142 Petugas Sensus Ekonomi, Warga Diminta Kooperatif
Wali Kota Bontang mengenakan rompi kepada salah seorang petugas sebagai makna simbolisi dimulainya pendataan Sensus Ekonomi 2026.
BONTANG – Sebanyak 142 petugas Sensus Ekonomi 2026 Kota Bontang mulai bertugas melakukan pendataan lapangan sejak Senin (15/6/2026). Mereka akan mendatangi warga dan pelaku usaha secara langsung untuk mengumpulkan data ekonomi melalui metode door to door.
Sebelum diterjunkan, seluruh petugas telah mengikuti tahapan seleksi dan pelatihan yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Pelaksanaan pendataan ditandai dengan Apel Siaga Sensus Ekonomi 2026 yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni.
Dalam arahannya, Neni menekankan pentingnya integritas petugas selama menjalankan tugas. Ia meminta seluruh petugas selalu menggunakan atribut resmi dan membawa surat tugas saat melakukan pendataan di lapangan.
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk membangun kepercayaan masyarakat sehingga bersedia memberikan informasi yang dibutuhkan.
“Ini merupakan pendataan yang sangat penting. Tidak boleh ada pelaku usaha yang terlewat, baik UMKM, usaha menengah, maupun usaha besar,” ujar Neni.
Ia menjelaskan, Sensus Ekonomi merupakan kegiatan yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali dan tahun ini menjadi pelaksanaan sensus ekonomi yang kelima di Indonesia.
Hasil pendataan nantinya akan menjadi dasar pemerintah dalam melihat perkembangan ekonomi daerah sekaligus menyusun berbagai kebijakan strategis di masa mendatang.
“Data yang diperoleh akan menjadi dasar pengambilan kebijakan pembangunan dan ekonomi. Semoga pelaksanaannya berjalan lancar,” katanya.
Sensus Ekonomi 2026 dijadwalkan berlangsung hingga 31 Agustus 2026. Setelah seluruh data terkumpul, BPS akan melakukan pengolahan dan analisis sebelum disampaikan kepada pemerintah sebagai bahan penyusunan kebijakan.
Sementara itu, Kepala BPS Bontang, Nur Wahid, berharap seluruh petugas dapat menjalankan tugas secara maksimal dan memastikan tidak ada responden yang terlewat dalam proses pendataan.
Ia mengatakan seluruh petugas telah dibekali materi dan teknis pendataan selama masa pelatihan.
“Masing-masing petugas memiliki cakupan wilayah yang berbeda, tergantung tingkat kepadatan penduduk. Yang terpenting, seluruh responden dapat terdata dengan baik,” ujarnya.
Diketahui, petugas Sensus Ekonomi 2026 akan bertugas selama kurang lebih dua bulan dengan honorarium sekitar Rp5 juta selama masa pendataan.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: