•   01 August 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Tiap Tahun Sekolah Kelola Ratusan Juta dari Dana BOS; Mengapa Iuran Masih Ada

Bontang - M Rifki
31 Juli 2026
 
Tiap Tahun Sekolah Kelola Ratusan Juta dari Dana BOS; Mengapa Iuran Masih Ada Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni.

BONTANG- Iuran paguyuban demi operasional di sekolah sebenarnya tak diperlukan lagi. Sebab, setiap murid di Bontang menerima insentif Bantuan Operasional (BOS) sekitar Rp 1,5 juta sampai Rp 1,8 juta per tahun. 

Uang itu sebenarnya diperuntukkan untuk menunjang belajar mengajar para murid, sehingga tak ada lagi pungutan dalam bentuk apapun di lingkungan sekolah. 

Dari data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang dana Bantuan Operasional (BOS) dari pusat masing-masing untuk tingkat SD sebesar Rp 900.000 sedangkan tingkat SMP senilai Rp 1.150.000. Insentif ini diterima setiap tahunnya. 

Tak hanya itu saja, Pemkot Bontang juga menyalurkan BOSDA senilai Rp 600 ribu untuk SD dan Rp 700 ribu untuk SMP. Sehingga tiap anak yang bersekolah di Bontang menerima Rp 1,5 juta tingkat SD dan Rp 1,8 juta untuk tingkat SMP. 

Wali Kota Bontang Neni Moernaeni mengatakan, sekolah seharusnya tidak lagi meminta iuran kepada wali murid karena pemerintah telah mengalokasikan dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda). 

Menurut Neni, dana tersebut semestinya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan siswa selama proses belajar mengajar.

"Tiap siswa itu ada Rp650 ribu per tahun. Kalau untuk keperluan dalam kelas, harusnya dana Bosda itu yang dipakai. Kami sudah larang sekolah minta iuran ke wali murid," ucap Neni kepada Klik Kaltim.

Dana BOS di SD 008 Bontang Utara

Klik Kaltim mengkonfirmasi Kepala Sekolah SD Negeri 008 Bontang Utara Masitah. Kata dia pendapatan dana Bosda Kota Bontang di tempatnya bernilai Rp362 juta dalam setahun. 

Uang itu rupanya belum cukup membiayai kebutuhan siswa di dalam kelas. Misalnya hanya untuk membeli air galon. Untuk itu inisiatif wali murid melalui Paguyuban untuk urunan uang kas kelas. 

"Uang Bosda hanya cukup biayai kegiatan Ekstrakurikuler. Di kami ada 11 ekstrakurikuler. Beda sama sekolah lain. Dari ekstrakurikuler itu SD Negeri 008 BU mendapat banyak prestasi," ucap Masitah. 

Selain ekstrakurikuler biaya Bosda SD Negeri 008 Bontang Utsra juga dipakai untuk menggaji Guru Pengganti. Per bulan guru itu harus digaji sesuai dengan kemampuan setiap sekolah. 

Kemudian, biaya untuk pemeliharaan ruang kelas dan saran infrastruktur juga sekolah masih mendapatkan bantuan dari Disdikbud Bontang. 

"Bosda setiap tahun sudah ada keperluannya. Jadi memang tidak cukup saat ini sih," sambungnya.






TINGGALKAN KOMENTAR