Momen Perayaan May Day 2026, Neni: UMK Bontang Diproyeksi Tembus Rp4 Juta
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni.
BONTANG – Pemerintah Kota Bontang memproyeksikan Upah Minimum Kota (UMK) Bontang tahun 2027 berpotensi menembus angka Rp4 juta.
Wali Kota Bontang, Neni Moernaeni, menyebut proyeksi tersebut muncul seiring membaiknya pertumbuhan ekonomi daerah yang sebelumnya sempat tertekan.
“Kalau melihat kondisi pertumbuhan ekonomi saat ini, kami optimistis UMK 2027 bisa mencapai Rp4 juta,” ujar Neni saat momentum Hari Buruh Internasional (May Day), Jumat (1/5/2026).
Saat ini, UMK Bontang berada di kisaran Rp3,7 juta. Jika proyeksi tersebut terealisasi, maka kenaikan yang terjadi bisa mencapai sekitar Rp200 ribu lebih.
Neni menjelaskan, pada 2026 lalu kenaikan UMK relatif kecil, hanya sekitar Rp19 ribu, karena pertumbuhan ekonomi Bontang saat itu berada di angka minus 2 persen.
Namun, pada triwulan awal 2026, pertumbuhan ekonomi disebut mulai membaik hingga mencapai sekitar 3 persen dan berpotensi meningkat ke angka 4 persen, terutama ditopang sektor migas dan industri.
“Tahun lalu pertumbuhan ekonomi kita minus. Sekarang mulai naik, bahkan optimistis bisa sampai 4 persen,” jelasnya.
Meski demikian, besaran resmi UMK 2027 tetap akan ditentukan melalui mekanisme Dewan Pengupahan Kota (Depeko) yang dikoordinasikan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker). Tim tersebut terdiri dari Disnaker, Serikat buruh, BPS, Pemerintah daerah, Perusahaan, serta pihak terkait lainnya.
Setelah melalui pembahasan, usulan UMK akan diajukan ke Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sebelum ditetapkan secara serentak.
Selain kenaikan UMK, Pemkot Bontang juga menaruh perhatian pada kesejahteraan pekerja melalui prioritas tenaga kerja lokal dalam berbagai proyek industri baru.
Sejumlah proyek yang diproyeksikan menyerap tenaga kerja di antaranya Pabrik Soda Ash, Pengembangan industri PT EUP, dan Reaktivasi dua train PT Badak NGL.
Neni juga meminta camat dan lurah aktif berkoordinasi dengan perusahaan agar program prioritas ketenagakerjaan, khususnya bagi warga lokal, benar-benar berjalan.
“Pembangunan industri harus sejalan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan buruh lokal,” pungkasnya. (*rif)
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: