•   29 May 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Menunggu Alokasi Pembuatan Tebing dan Drainase, Wali Kota Minta Warga Korban Longsor Mengungsi 

Bontang - M Rifki
29 Mei 2026
 
Menunggu Alokasi Pembuatan Tebing dan Drainase, Wali Kota Minta Warga Korban Longsor Mengungsi  Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni.

BONTANG - Wali Kota Bontang Neni Moernaeni menyarankan warga RT 1 Kampung Timur Kelurahan Kanaan yang bertempat tinggal di kawasan longsor untuk mengungsi sementara waktu. 

Himbauan ini diberikan karena Pemkot Bontang khawatir akan ada longsor susulan pasca tangguk yang dibuat sementara di bukit itu jebol lebih parah. 

Kata Neni ada beberapa opsi tempat pengungsian. Diantaranya Rusunawa Guntung, Api-Api atau Loktuan. Opsi tempat bahkan bisa digunakan di rumah singgah tengah kota Jalan Parikesit Kelurahan Bontang Baru. 

"Kami tawarkan untuk mereka warga mengungsi. Khawatir ada longsor susulan yang lebih parah," kata Neni, Jumat (29/5/2026). 

Lebih lanjut, Neni mengaku saat ini Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis tengah mempersiapkan proses penanggulangan bencana di Kampung Timur. 

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan diminta meninjau langaung lokasi. Bersama dengan Dinas Sosial dan Pemberdayaan serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah untuk mengidentifikasi serta memitigasi potensi longsoran susulan. 

Selain itu tim juga diminta menghitung biaya perbaikan permanen. Mulai dari konektivitas drainase serta pembangunan tanggul di atas untuk memecah air lumpur agar tidak jatuh ke pemukiman. 

"Ini semua butuh proses. Bisa pakai Dana Tidak Terduga (DTT) tapi harus memang bencananya karena alam bukan perbuatan manusia," sambungnya. 

Wali Kota Neni menilai terjadinya longsor itu disebabkan daya rusak lingkungan disebabkan tambang galian C ilegal. Bahkan Neni juga menyampaikan akibat ulah mereka Pemkot Bontang harus berfikit melakukan penanggulangan secara permanen. 

"Kalau tidak bisa yah kami pakai lagi APBD. Kondisi keuangan lagi seret tapi kami upayakan bisa tertanggulangi," tuturnya. 

Sebelumnya diberitakan, Penahan sementara longsor di kawasan bekas galian C, Kampung Timur RT 01, Kelurahan Kanaan, dilaporkan jebol pada Rabu (28/5/2026) sore.

Peristiwa itu membuat warga sekitar kembali was-was banjir lumpur akan melanda permukiman mereka seperti kejadian sebelumnya.

Kondisi tersebut disiarkan langsung warga melalui akun Facebook Kai Bolang sekitar pukul 17.25 Wita. Dalam video itu terlihat aliran lumpur dan air deras mengalir dari area atas bekas galian C menuju permukiman warga yang sebelumnya terdampak longsor pada Januari lalu.

“Rontok lagi pasirnya dari atas Pak RT, tambah lebar,” ujar perekam video dalam siaran langsung tersebut.






TINGGALKAN KOMENTAR