Masih Dinas di Jogja, Asisten II Sentil Kepala Dinkes Bontang Absen di Rapat Stunting
Asisten II Penjot Bontang Lukman saat membuka kegiatan publikasi data stunting 2024 di Pendopo Rujab Wali Kota pada Kamis (3/10/2024)/ M Rifki- Klik Kaltim
BONTANG- Asisten II Pemkot Bontang Lukman tak bisa menutupi kekesalannya saat memimpin rapat kerja terkait stunting di pendopo, Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Bontang, Kamis (3/10/2024). Alasannya karena Kepala Dinas Kesehatan absen di rapat ini penting ini.
Jumlah anak stunting di Bontang merupakan tertinggi di Kalimantan Timur sebesar 19 persen. Pun, Pemkot Bontang telah disindir oleh Penjabat Gubernur (Pj) Kaltim Akmal Malik dengan memberi penghargaan penanganan terburuk kepada wali kota beberapa waktu lalu.
Di dalam rapat stunting, Asisten II Lukman menanyakan kehadiran Kepala Dinas Kesehatan Bahtiar Mabe yang tak hadir di ruangan. Instansinya diwakili oleh anak buahnya, Kepala Bidang dan sejumlah staf.
"Saya mau tanya kenapa pak Kadinkes tidak hadir. Kan ini acara penting. Harusnya stand by di dalam daerah," ucap Lukman dalam sambutannya.
Lukman mengatakan, seharusnya agenda yang penting saat ini bisa hadir karena membahas persoalan penting. Menurutnya, sebagai pimpinan tidak sepenuhnya segala tugas diberikan ke bawahan.
Lebih lanjut, agenda rapat ini dianggap penting karena prioritas pemerintah untuk menekan angka stunting di Bontang. Ia mengingatkan saat ada kegiatan penting dan perlu ada kebijakan yang diputuskan harusnya Kepala Dinas berada di tempat.
"Jangan limpahkan ke staf. Kan acara ini cuman 1 hari saja. Harusnya bisa di lokasi," tuturnya.
Kegiatan Publikasi data Stunting hingga berita ini diterbitkan masih berlangsung. Klik Kaltim berupaya mengkonfirmasi Kadinkes Bontang Bahtiar Mabe yang kabarnya tengah studi kaji ke Jogjakarta namun belum mendapatkan respon.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: