•   09 April 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Program BLT Jadi Andalan Pemkot Bontang Turunkan Kemiskinan Pada 2027, Bisa Tekan Jadi 2,88 Persen

Bontang - M Rifki
07 April 2026
 
Program BLT Jadi Andalan Pemkot Bontang Turunkan Kemiskinan Pada 2027, Bisa Tekan Jadi 2,88 Persen Wali Kota Bontang Neni Moernaeni menyampaikan sambutan di agenda pembulaan Musrenbang 2027 tingkat kota, Selasa (7/4/2026).

BONTANG - Pemerintah Kota Bontang menargetkan angka kemiskinan menurun pada 2027 mendatang. Presentasenya mencapai 2,88 persen. 

Hal itu disampaikan Wali Kota Bontang Neni Moernaeni saat menyampaikan sambutan di agenda pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kota pada Selasa (7/4/2026). 

Kata Neni penurunan angka kemiskinan ini diyakini bisa maksimal pasca berjalannya program Langsung Tunai (BLT) di tahun ini. 

"Untuk kriteria Lansia terlantar, Disabilitas, dan anak yatim serta fakir miskin dapat Rp300 ribu per jiwa per bulan. Saya yakin dari sini bisa menekan angka kemiskinan di 2027," ucap Neni Moernaeni. 

Diketahui, proses distribusi BLT mulai di salurkan pada April 2025 ini. Ada 3 kriteria terlebih dahulu totalnya sebanyak 461 orang. Waktu itu, ratusan warga tampak mengantre untuk mengurus pencairan bantuan melalui pembuatan Virtual Account (VA) di Bank Kaltimtara.

Untuk proses administrasi, para penerima diwajibkan membawa fotokopi KTP, Kartu Keluarga (KK), serta dua lembar materai Rp10 ribu sebagai syarat perbankan. 

Setiap penerima mendapatkan BLT Rp300 ribu/bulan. ini berarti mereka akan mendapatkan total dana sebesar Rp 900 ribu, karena penyaluran BLT dirapel untuk pembayaran di bulan Januari-Maret (tiga bulan). 

Data penerima BLT tersebar di 15 kelurahan. Kecamatan Bontang Selatan menjadi wilayah dengan jumlah penerima terbanyak, yakni 234 orang. Disusul Bontang Utara sebanyak 167 orang, dan Bontang Barat 60 orang.

Kepala Dinsos-PM Toetoek Pribadi Ekowati mengaku untuk kriteria fakir miskin 470 orang masih belum bisa dicairkan sampai Perwali rampung direvisi. 

"Bahkan jumlah orang akan bertambah. Kami lebarkan Desil 5 bisa terima bantuan," ucap drg Toetoek.






TINGGALKAN KOMENTAR