Lagi-lagi Pemkot Bontang Anggarkan Biaya Kajian; Habiskan Rp 2,8 Miliar untuk 3 Rencana Proyek
Ilustrasi Chatgpt
BONTANG- Pemkot Bontang lagi-lagi menganggarkan miliaran rupiah untuk biaya kajian pembangunan. Tak tanggung-tanggung anggaran yang digelontorkan sebesar Rp 2,8 miliar tahun ini untuk 3 proyek.
Biaya besar ini diperuntukkan demi penyusunan perencanaan Detail Engineering Design (DED) untuk 3 rencana proyek kolam polder. Masing-masing perencanaan dibanrol senilai Rp 952 juta.
Kepala Bidang Sanitasi, Air Minum, dan Sumber Daya Air Dinas PUPRK Bontang, Edi Suprapto, mengatakan pembangunan Polder direncanakan di Kelurahan Gunting, Satimpo, dan Tanjung Laut.
Untuk yang Tanjung Laut Pemkot Bontang menyusun DED pembangunan pembuangan air pasca tampungan penuh di polder-nya.
"Untuk 2 lokasi kami bangun poldernya. Dari DED ini akan kelihatan berapa kapasitas tampingan serta biaya yang dibutuhkan," ucap Edi Suprapto.
Lokasi Polder Masih Dirahasiakan
Lebih lanjut, Dinas PUPR Kota Bontang masih merahasiakan lokasi yang dikeker untuk, pembangunan Polder. Hal ini mencegah terjadinya gejolak klaim tanah.
Untuk itu dokumen ini diperlukan untuk memastikan kesiapan dalam persiapan pembangunan. Sampai akhirnya dihoting npminal pasti yang diperlukan.
"Lokasinya masih tunggu dulu. Nanti akan diumumkan. 2 kelurahan dipilih karena Guntung selalu banjir serta Satimpo yang posisinya drkat dengan aliran sungai Dahlia," ucapnya.
Diketahui, pada 2026 ini 2 program besar dijalankan Pemkot Bontang. Pertama lembangunan Polder Tanjung Laut yang digelontorkan Rp43 Miliar.
Polder yang akan dibangun di Jalan Selat Karimata, Kelurahan Tanjung Laut, itu direncanakan memiliki luas lahan sekitar 15.067 meter persegi dengan area genangan mencapai kurang lebih 10.018 meter persegi.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: