Galian Pipa Ganggu Akses Masyarakat; Kontraktor Jargas Buka Layanan Hotline, Langsung Ditangani
Rumah warga yang terdampak bekas Tambang Galian C di Kampung Timur Kelurahan Kanaan, Kecamatan Bontang Barat (Klik Kaltim).
BONTANG- Kontraktor pemasangan Jaringan Gas (Jargas) di Bontang membuka layanan hotline untuk segala aduan masyarakat terkait gangguan selama proses pemasangan pipa gas.
Hotline ini bahkan tertera di stiker yang terpasang disetiao rumah warga. Di hotline 082342677685 warga bisa sampaikan keluhan. Keluhan itu akan ditindaklanjuti.
Konstrusi Manager PT Noorel Idea Mulya Munir mengatakan, keluhan itu langsung ditindaklanjuti. Seyogyanya lubang yang sudah dibuka belum bisa ditutup karena banyak pengerjaan lanjutan.
"Semua keluhan yang masuk kami tindaklanjuti. Prosedurnya memang sudah disampaikan pasca selesai instalasi terpasang langsung ditutup," ucap Mulya.
Kontraktor menjelaskan teknis penggalian dan penutupan lubang. Idealnya pasca galian dibuka akan dibiarkan terlebih dahulu terbuka agar padat.
Pertama, galian itu akan digunakan untuk, pipa sambungan ke rumah. Kedua galian pipa distribusi wajib tersambung dan tidak ada indikasi kebocoran.
Ketiga, pipa distribusi ini wajib di bersihkan kotoran yang ada di dalam pipa. Karena sistim kerja manual membuat lumpur, air dan kotoran harus di buang terlebih dahulu.
Proses itu memakan waktu 2 bulan baru galian itu bisa dikenbalikan seperti semula. Informasi ini juga sudah disampaikan ke warga melalui Ketua RT. Kontraktor juga meminta maaf atas ketidaknyamanan warga.
"Nanti bakal kami perbaiki. Sesuai dengan kesepakatan awal. Memang dibiarkan terlebih dahulu agar padat dan setelah di cor tidak rusak," sambungnya.
Baru-baru ini warga di HOP 1 Jalan Beringin, Kelurahan Gunung Elai, Kecamatan Bontang Utara mengeluhkan akibat galian jargas rumahnya jadi kotor.
Dari rekaman yang diterima Klik Kaltim, pemilii rumah mengaku kotornya garasi karena lupur bekas galian tidak ditutup. Padahal proses penyambungan sudah rampung dan petugaa belum menimbun untuk memadatkan lubang yang dalamnya cukup lumayan sampai 90 centimeter.
Lubang menganga yang berada persis didepan rumahnya sudah berlangsung 2 bulan. Idealnya pasca digali lubang itu segera ditutup untuk menghindari air meluap membawa lumpur yang begitu banyak.
"Sudah selesai pasang instalasi tapi belum situtup hampir 2 bulan. Ini buat teras berlumpur. Apalagi kalau hujan deras," ucap pemilik video.
Kondisi ini tidak hanya terjadi di Gunung Elai. Melainkan juga terjadi di setiap daerah yang mendapat pasokan sambungan jargas gratis berjumlah 10.553 titik.
Di Kelurahan Api-Api Gang Atletik juga mengalami hal serupa. Jalan lingkungan juga berdampak menyempitnya akaes warga. Karena lekerja tidak mengerjakan tuntas di satu titik untuk menyamnung ke wilayah lain.
"Harusnya itu diselesaikan dulu 1 gang baru pindah. Jadi lubang tidak dibiarkan begitu lama terbuka. Kasian kalau pas air penuh tidak tahu anak-anak kecebur kan," kata warga lainnya.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: