Kasus Campak di Bontang Meningkat; Dewan Usul Pemkot Bikin Tim Khusus
Sekretaris Komisi A DPRD Saeful Rizal.
BONTANG- Tren suspek Campak di Bontang sudah menyentuh angka 120 kasus menjadi sorotan Sekretaris Komisi A DPRD Saeful Rizal.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan mitigasi menyeluruh. Terlebih isu penyakit campak ini sudah terjadi di beberapa wilayah.
"Penyakit campak ini menular. Kalau tidak ditangani akan bisa meluas. Dinkes segera lakuian mitigasi. Lakukan uji sampling dan hasil lab bisa segera dikeluarkan," ucapnya.
Lebih lanjut, dirinya mengusulkan agar Dinkes Bontang membuat tim khusus. Terlebih lenyakit campak ini jenisnya menular cepat ke para bayi.
Dirinya juga meminta Dinkes Bontang transparan mengeluarkan data ke publik. Menurutnya transparansi ini diperlukan untik membentuk kewaspadaan publik.
Selain itu DPRD meminta Pemkot Bontanf buat formulasi program. Seperti menyiapkan treatmen perawatan terpusat di seluruh fasilitas kesehatan tingkat lanjut atau rumah sakit.
"Vaksinasi dicgencarkan. Pendekatan kader posyandu kunci sasaran vaksin meningkat," sambungnya.
Sebelumnya diberitakan, Belum genap 3 bulan di 2026 ini Dinas Kesehatan Bontang mencatat sudah 120 anak bayi tersuspek penyakit Campak.
Kepala Dinas Kesehatan Bontang Bahtiar Mabe melalui Epidemiolog Kesehatan Ahli Madya Yusuf Lensa Hamdan mengatakan, paling banyak ada di Kelurahan Api-Api sebanyak 16 orang.
Disusul Kelurahan Tanjung Laut Indah, Loktuan, Gunung Elai masing-masing 14 kasus. Kelurahan Tanjung Laut 12 orang. Selanjutnya Bontang Lestari ada 10 kasus.
Untuk Kelurahan Satimpo, Berebas Tengah dan Kelurahan Belimbing masing-masing 7 kasus. Untuk Kelurahan Bontang Kuala ada 6 kasus. Kemudian Kelurahan Gunung Telihan ada 5 kasus.
Kelurahan Kanaan ada 4 kasus. Berbas Pantai ada 1 kasus. Untuk Kelurahan Guntung tidak ditemukan data suspek Campak di 2026 ini.
"Data ini rerbaru ada 120 yang terkena suspek. Paling banyak Kelurahan Api-Api," ucap Yusuf.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: