•   02 May 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Basri Minta Anggota Dewan Bantu Penanganan Banjir Pakai Dana Aspirasi

Bontang - Redaksi
29 April 2022
 
Basri Minta Anggota Dewan Bantu Penanganan Banjir Pakai Dana Aspirasi Wali Kota Bontang Basri Rase.

KLIKKALTIM.COM - Banjir yang melanda Kota Bontang pada, Selasa (26/4) merupakan bencana terparah sejak dua tahun kebelakang. Walhasil, ada 6 Kelurahan di Bontang terendam banjir, tercatat ada 6.092 jiwa terdampak. 

Diantaranya Kelurahan Gunung Elai, Api-api, Guntung, Telihan, Kanaan, dan Satimpo. 

Menyikapi hal itu, Wali Kota Bontang Basri Rase meminta semua pihak berhenti saling menyalahkan. Menurutnya, gotong royong antara Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) dan masyarakat diperlukan untuk menanggulangi banjir. 

Klik juga : Banjir Hari Ini, Terparah Sejak 2019

Pemkot pada 2022 ini tengah mempersiapkan beberapa dokumen perencanaan perihal penanganan banjir. Mulai dari kajian induk, perencanaan penataan saluran drainase serta trotoar, perencanaan pembangunan folder, dan program normalisasi sungai. 

"Pembangunan tanpa perencanaan tentu hasilnya tidak maksimal. Makanya perlu ada kolaborasi dan stop saling menyalahkan," kata Basri saat dikonfirmasi Klik Kaltim, Rabu (27/4/2022). 

Klik juga: Bontang Dilanda Banjir, 6 Ribu Jiwa Terdampak

Dikatakan Basri, persoalan ini akan lebih cepat terselesaikan apabila masing-masing anggota DPRD mengalokasikan dana aspirasi untuk penanganan banjir. 

"Perlu juga dukungan dari DPRD contoh penanganan banjir bisa berbuat melalui dana aspirasi mereka. Artinya, aspirasinya harus dialihkan ke pengendalian banjir," sambungnya. 

Diketahui berdasarkan data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Bontang, lelang Penyusunan Master Plan Penanggulangan Banjir di Kota Bontang telah rampung dan dimenangkan oleh salah satu perusahaan asal Kota Manado dengan nilai tawar Rp.1.328.244.870,00. Dari nilai pagu senilai Rp1.564.362.368,00.

Masih dari LPSE tercatut proses lelang soal Rekonstruksi Drainase dan Jalan Se Kota Bontang dengan nilai pagu anggaran Rp 4,9 miliar. 

Kemudian pembangunan Jembatan Rusunawa dengan pagu Rp 4,6 miliar. Sementara pengumuman pemenang sudah selesai dengan nilai tawar sebanyak Rp 3,7 miliar. 

Adalagi Penyusunan Rencana Induk Sistem Drainase Kota Bontang dengan pagu senilai Rp 1,1 miliar dan hasil pemenang kontraktor asal Malang Jawa Timur dengan nilai tawar proyek sebesar Rp 934 juta. 

Rencana penyusunan DED Folder Gunung Telihan dengan pagu senilai Rp 1,4 miliar. Dengan nilai kontrak perusahaan  asal Samarinda senilai Rp 1,2 miliar.






TINGGALKAN KOMENTAR