•   12 August 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Mulawarman, Gang Arumbia 1, Kelurahan Bontang Baru,
Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Anak SD di Bontang Meninggal Dunia Diduga Akibat DBD

Bontang - M Rifki
12 Agustus 2026
 
Anak SD di Bontang Meninggal Dunia Diduga Akibat DBD Ilustrasi.

BONTANG – Salah seorang siswa kelas 1 SD swasta di Bontang dikabarkan meninggal dunia pada Rabu (12/8/2026) pagi di RSUD Taman Husada.

Dari informasi yang diterima Klik Kaltim, siswa tersebut meninggal dunia dengan dugaan terserang Demam Berdarah Dengue (DBD), setelah menjalani perawatan di rumah sakit selama sepekan terakhir.

Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Bontang, Sudirman, mengaku masih akan menelusuri informasi tersebut.

Sebab, sebelum dirujuk ke RSUD Taman Husada, siswa tersebut sempat dilarikan ke Rumah Sakit Yabis dalam kondisi drop. Sementara penyebab pasti meninggalnya siswa tersebut masih akan ditelusuri, apakah disebabkan DBD atau terdapat penyakit bawaan maupun komorbid lainnya.

"Kami masih tunggu hasil dulu dari rumah sakit. Dia dirawat di RS Yabis. Terus trombosit turun, sempat mau transfusi darah. Nanti rilis resmi akan kami sampaikan," ucap Sudirman.

Dari informasi yang diterima awak media, jenazah siswa tersebut kini disemayamkan di rumah keluarganya di Kelurahan Tanjung Laut.

Lurah Tanjung Laut, Andriani Kasim, membenarkan adanya siswa yang meninggal dunia. Kendati begitu, siswa tersebut diketahui tidak tinggal di wilayah Tanjung Laut.

"Benar, Mas. Ini saya mau melayat. Dia disemayamkan di rumah neneknya. Sekolahnya juga dekat sini," ucap Andriani.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Pengendalian Mutu RSUD Taman Husada, Tri Ratna Paramita membenarkan adamua pasien anak yang meninggal pagi tadi. 

Daei hasil uji klinis saat ini masih disusun tim dokter penanggung jawab. Diagnosa awal memang diketahui sang anak mengidap DBD. 

pasien sebelum menghembuskan nafas terakhirnjuha dipindahkan ke ruang intensif. Karena kondisi kesehatannya menurun. 

"Bener mas ada yang menjnggal anak-anak pagi tadi. Untuk hasil nanti kami kirimkan ke Dinkes," ucapnya.






TINGGALKAN KOMENTAR