•   22 July 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Loktuan Paling Tinggi Kasus DBD; Berbas Pantai dan Satimpo Masuk Zona Aman

Bontang - M Rifki
22 Juli 2026
 
Loktuan Paling Tinggi Kasus DBD; Berbas Pantai dan Satimpo Masuk Zona Aman Data sebaran kasus DBD di laman ArcGIS Pemkot Bontang. (Klikkaltim)

BONTANG –  Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Bontang sudah mencapai 264 kasus sepanjang tahun ini. Kelurahan Berbas Pantai dan Satimpo jadi wilayah paling aman. Sebaliknya, Loktuan masuk zona merah.

Berdasarkan data yang diakses dari laman ArcGIS data DBD (klik di sini) yang dibuat Pemkot Bontang, Kelurahan Loktuan menjadi wilayah tertinggi dengan total 49 kasus. Disusul Api-Api 42 kasus dan Belimbing 41 kasus (data selengkapnya lihat di bawah).

“Loktuan masuk zona merah karena kasusnya paling tinggi,” kata Kepala Dinas Kesehatan Bontang Toetoek Pribadi Ekowati, Rabu (22/7/2026).

Masih mengacu dari data yang sama, hanya Berbas Pantai dan Satimpo yang masuk zona hijau. Tak ada satu pun laporan terjadi kasus DBD di wilayah tersebut. Sementara itu, yang cukup menarik perhatian adalah 1 kasus yang menyebabkan korban meninggal dunia di Gunung Elai.  

"Warga bisa pantau DBD melalui website peta sebarannya," ucap Toetoek.

Sebagai upaya untuk menekan penambahan kasus, Dinkes telah melakukan sejumlah langkah mitigasi. Mulai dari penyemprotan fogging serta menggecarkan edukasi pentingnya menjaga kesehatan lingkungan.

“Kalau ada kasus baru kami lakukan intervensi terpusat," jelasnya.

Sebelumnya Pemkot juga telah menjalankan program pencegahan lewat penyebaran nyamuk Wolbacia. Namun langkah ini sepertinya belum berdampak signifikan untuk menekan kasus DBD. Kendati demikian, dia menggarisbawahi bahwa penilaian terhadap efektivitas program tersebut masih menunggu hasil uji.

"Ini kami masih evaluasi juga. Karena untuk mengetahuinya perlu ada uji total," tegasnya.

Dia juga mengimbau masyarakat menerapkan Gerakan 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah penyimpanan air, serta memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk. Selain itu, masyarakat juga disarankan menaburkan bubuk abate pada tempat penampungan air yang sulit dikuras.

"Langkah ini merupakan pencegahan,” katanya.  (*)

Data Sebaran Kasus DBD 2026

  1. Loktuan 49 kasus
  2. Kelurahan Api-Api 42 kasus
  3. Kelurahan Belimbing 41 kasus
  4. Gunung Elai 33 kasus (1 kasus kematian)
  5. Gunung Telihan 21 kasus
  6. Tanjung Laut Indah 18 kasus
  7. Bontang Baru 16 kasus
  8. Bontang Lestari 13 kasus
  9. Guntung 8 kasus
  10. Kanaan 7 kasus
  11. Bontang Kuala 7 kasus
  12. Tanjung Laut 5 kasus
  13. Berebas Tengah 4 kasus
  14. Satimpo 0 Kasus
  15. Kelurahan Berbas Pantai 0 Kasus

 






TINGGALKAN KOMENTAR