•   07 August 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Mulawarman, Gang Arumbia 1, Kelurahan Bontang Baru,
Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Jumlah Kopdes Merah Putih di Kaltim 1.037 Unit, Baru 82 yang Berjalan

Kaltim - Redaksi
06 Agustus 2026
 
Jumlah Kopdes Merah Putih di Kaltim 1.037 Unit, Baru 82 yang Berjalan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Kaltim Heni Purwaningsih

KLIKKALTIM – Sebanyak 82 dari 1.037 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kalimantan Timur tercatat telah menjalankan kegiatan usaha. Sementara 234 koperasi lainnya telah memiliki gerai yang siap digunakan.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Kaltim Heni Purwaningsih mengatakan, pemerintah daerah masih mendorong koperasi yang telah terbentuk agar segera mengaktifkan kegiatan usahanya di masing-masing wilayah.

"Yang sudah siap operasional ada 234, artinya gerainya sudah tersedia. Yang sudah menjalankan usahanya ada 82 koperasi," kata Heni.

Dari 82 koperasi yang telah beroperasi, mayoritas bergerak pada sektor perdagangan kebutuhan pokok. Tercatat sebanyak 55 koperasi menjalankan gerai sembako, 25 koperasi bergerak di usaha lainnya, serta masing-masing satu koperasi menjalankan usaha apotek, klinik, dan simpan pinjam.

Sementara untuk usaha pergudangan, hingga kini belum terdapat koperasi yang menjalankannya.

Berdasarkan data Disperindagkop dan UKM Kaltim, jumlah koperasi yang telah aktif saat ini mencapai sekitar 8 persen dari total KDKMP yang sudah terbentuk di 10 kabupaten/kota.

Meski jumlahnya masih terbatas, Heni menyebut koperasi yang sudah berjalan mulai menunjukkan aktivitas ekonomi. Hingga Juli 2026, total aset Koperasi Merah Putih tercatat mencapai Rp11,4 miliar, omzet usaha Rp7,3 miliar, dan laba bersih Rp322 juta.

Selain itu, koperasi aktif tersebut telah menghimpun sebanyak 9.431 anggota dengan sektor usaha yang mencakup perdagangan pangan, distribusi barang, pertanian, sembako, dan jasa.

Menurut Heni, pemerintah daerah mendorong Koperasi Merah Putih tidak hanya bergerak pada penjualan kebutuhan pokok, tetapi mampu mengembangkan usaha sesuai potensi ekonomi desa dan kelurahan.

"Kita harapkan koperasi yang sudah terbentuk segera melakukan rapat dan mendiskusikan potensi-potensi yang ada di masing-masing desa maupun kelurahan untuk dikembangkan menjadi usaha produktif," ujarnya.

Untuk memperluas kegiatan usaha, Pemprov Kaltim juga mendorong kerja sama antara koperasi dengan sejumlah mitra strategis. 

Di antaranya Perum Bulog untuk penyaluran beras SPHP dan Minyakita, Pertamina untuk distribusi LPG 3 kilogram, serta PT Pupuk Indonesia untuk penyaluran pupuk kepada petani anggota koperasi.

Dari sisi sebaran wilayah, Kutai Kartanegara menjadi daerah dengan jumlah gerai siap operasional terbanyak, yakni 79 gerai. Kemudian Paser 39 gerai, Berau 26 gerai, Kutai Timur 24 gerai, Penajam Paser Utara 23 gerai, Samarinda 19 gerai, Kutai Barat 14 gerai, Bontang enam gerai, dan Balikpapan empat gerai.

Mahakam Ulu menjadi satu-satunya daerah yang belum memiliki gerai Koperasi Merah Putih siap operasional.

Sementara terkait penempatan manajer koperasi, Heni mengatakan kewenangan masih berada di Kementerian Koperasi. Pemprov Kaltim telah menyelesaikan pembekalan calon manajer, namun masih menunggu surat keputusan penempatan dari pemerintah pusat.

"Kita masih menunggu SK penempatan dari kementerian. Pembekalannya sudah selesai, tetapi penetapan manajer menjadi kewenangan pemerintah pusat," demikian Heni.






TINGGALKAN KOMENTAR