•   21 April 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

SMPN 3 Bontang Maksimalkan Serapan Kuota di SPMB; Jalur Minim Peminat Dialihkan ke Domisili

Advertorial - Asriani
21 April 2026
 
SMPN 3 Bontang Maksimalkan Serapan Kuota di SPMB; Jalur Minim Peminat Dialihkan ke Domisili Kepala Sekolah SMPN 3 Bontang, Mukono. 

BONTANG- Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMP Negeri 3 Bontang Selatan akan memaksimalkan kuota kursi terisi semua. Tahun ini sekolah di Tanjung Laut Indah ini membuka 200 kuota. 

Namun, diperjalanan acap kali jalur inklusi tak terisi sehingga dialihkan untuk jalur domisili. 

Kepala Sekolah SMPN 3 Bontang, Mukono mengungkapkan, kebijakan ini dilakukan setiap tahun ketika terdapat jalur yang kuotanya tidak terpenuhi, termasuk jalur inklusi yang kerap minim pendaftar.

Kata dia, total daya tampung sekitar 200 siswa, terdapat alokasi 5 persen untuk jalur inklusi atau setara dengan 10 kursi. Namun pada tahun lalu, kuota tersebut tidak terserap maksimal dan hanya terisi satu siswa.

“Biasanya memang ada yang tidak terpenuhi, jadi kami alihkan ke jalur lain yang kekurangan, salah satunya domisili,” ujarnya, Senin (20/04/2026).

Menurut dia, pengalihan kuota ini menjadi solusi agar seluruh kursi tetap terisi tanpa mengurangi kesempatan siswa dari jalur lain. Jalur domisili, katanya menjadi prioritas pengalihan karena banyaknya minat dari siswa yang tinggal di sekitar wilayah sekolah, termasuk kawasan pesisir.

Pun pihaknya juga memiliki komitmen untuk membuka akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah pesisir, khususnya di Pesisir Malahing.  Dirinya bahkan sempat turun langsung ke wilayah tersebut, untuk memastikan anak-anak usia sekolah tetap mendapatkan kesempatan belajar.

"Sebenanrnha kami memang ada janji, khusus ke orang-orang yang di Melahing sana karena saya sempat turun langsung ke sana," jelasnya. 

Pada SPMB tahun lalu, lanjutnya, SMPN 3 menerima 13 siswa dari jalur domisili, melebihi kuota awal sekitar 10 siswa. Penambahan tersebut berasal dari pengalihan kuota inklusi yang tidak terisi, sehingga daya tampung sekolah tetap optimal dan akses pendidikan bagi masyarakat tetap terjaga terutama anak-anak pesisir.

"Jatahny inklusi diambil dari posisinya," tutup Mukono.






TINGGALKAN KOMENTAR