Nursalam Tekankan Investasi Harus Sejalan dengan Manfaat ke Daerah; Minta Pemkot Jemput Bola
Anggota Komisi B DPRD Bontang, Nursalam (kanan) menekankan pentingnya memastikan manfaat nyata yang diperoleh daerah dari setiap investasi yang masuk.
BONTANG - Anggota Komisi B DPRD Bontang, Nursalam menekankan, pentingnya memastikan manfaat nyata yang diperoleh daerah dari setiap investasi yang masuk.
Dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penyelenggaraan Penanaman Modal, Nursalam menilai, pemerintah tidak hanya perlu mempermudah perizinan, tetapi juga memastikan investasi yang ditawarkan memiliki prospek pasar dan dampak ekonomi yang sepadan.
Dia katakan, salah satu hal yang perlu menjadi perhatian adalah output atau hasil yang akan dicapai dari investasi yang ditanamkan. Menurutnya, pemerintah harus mampu mengukur apakah nilai investasi yang masuk sebanding dengan manfaat yang akan diterima daerah, baik dari sisi penyerapan tenaga kerja, peningkatan pendapatan, maupun pengembangan ekonomi lokal.
“Output hasil yang akan dicapai dari investasi tersebut proporsional atau tidak dengan investasi yang akan ditanamkan. Menurut saya itu yang penting,” ujarnya, Senin (8/6/2026).
Nursalam juga menyoroti, strategi pemerintah daerah dalam menarik investor. Ia menilai, pendekatan pasif dengan menunggu investor datang sudah tidak lagi relevan di tengah persaingan antardaerah yang semakin ketat.
Menurut dia, pemerintah perlu menerapkan strategi jemput bola dengan mengidentifikasi potensi unggulan yang bisa dikembangkan dan memastikan pasar dari produk yang dihasilkan telah tersedia.
“Jangan menunggu investor datang. Kita harus mencari potensi-potensi yang bisa digarap di daerah ini, kemudian pasarnya jelas. Kalau pasarnya tidak jelas, investasi juga tidak akan mau ke sini,” tegasnya.
Ia mencontohkan, peluang investasi di sektor pengolahan ikan. Menurutnya, investor akan mempertimbangkan ketersediaan bahan baku dan jangkauan pasar sebelum menanamkan modal dalam skala besar.
Seperti pengalengan ikan di Kota Makassar yang telah memiliki pasar ekspor hingga Jepang. Kondisi tersebut, kata dia, membuat daerah tersebut lebih menarik bagi investor dibanding wilayah yang pasarnya masih terbatas pada perdagangan antarkota.
Karena itu, dirinya berharap Raperda Penyelenggaraan Penanaman Modal mampu memberikan keyakinan bagi dunia usaha bahwa Bontang memiliki potensi yang layak dikembangkan.
"Saya berharap penyelenggaraan ini benar-benar profesional dan kemudian bisa meyakinkan investor," pungkasnya.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: