Disdikbud Minta Orang Tua Dukung Putra Putri Mereka Aktif Ektrakurikuler
Pelajar SMP mengenakan atribut Palang Merah Indonesia (PMI).
BONTANG- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang menilai kegiatan ekstrakurikuler seperti Palang Merah Remaja (PMR) menjadi nilai tambah bagi siswa dalam mengembangkan karakter di luar pembelajaran formal.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha mengungkapkan, PMR merupakan bagian dari kegiatan ekstrakurikuler yang berada di bawah naungan Palang Merah Indonesia (PMI) dengan jenjang pemula hingga madya.
"Rata-rata itu anak sekolah, mulai pemula, kemudian madya dan wira. Pasti masuknya ke sekolah,” ujarnya kepada media ini.
Safa tekankan, meski ada kesepakatan kerja sama dengan PMI, kegiatan PMR tidak bisa dipaksakan menjadi kewajiban bagi seluruh siswa.
Sebab, ekstrakurikuler pada dasarnya memberi ruang bagi minat dan bakat masing-masing anak.
“Namanya ekskul itu tetap pilihan. Siapa yang punya jiwa sosial, silakan ikut. Kalau diwajibkan, nanti konsepnya berubah,” terangnya.
Menurut dia, keikutsertaan siswa dalam PMR justru memberikan pengalaman berbeda yang tidak didapat di dalam kelas. Mulai dari kepedulian sosial, kerja sama tim, hingga kesiapsiagaan dalam situasi darurat.
Pun Safa menyambut positif kegiatan lomba yang rutin digelar PMI untuk sekolah-sekolah. Ia bahkan mendorong agar kegiatan tersebut dapat dilaksanakan lebih sering. Bahkan keterlibatan orang tua agar mengetahui aktivitas yang diikuti anak di sekolah.
Dengan begitu, dukungan keluarga terhadap pengembangan karakter siswa juga semakin kuat. "Bagus kalau bisa rutin, bahkan tiap bulan ada lomba. Itu bisa memacu semangat anak-anak," tutup Safa Muha.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: