•   11 April 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Disdikbud Kejar Sertifikasi 111 Guru di Bontang; Intens Bekali Pelatihan

Advertorial - Redaksi
11 April 2026
 
Disdikbud Kejar Sertifikasi 111 Guru di Bontang; Intens Bekali Pelatihan Salah satu bentuk pelatihan dari Disdikbud Bontang yakni Sekolah Idaman Bagi Kepala Sekolah PAUD se Kota Bontang Dalam upaya meningkatkan mutu layanan pendidikan anak usia dini yang diadakan pada tahun 2025 lalu.

BONTANG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang terus mendorong peningkatan kualitas tenaga pendidik melalui program bimbingan teknis (Bimtek) 2026, khususnya bagi guru yang belum memiliki sertifikat pendidik.

Langkah ini diambil sebagai upaya percepatan pemenuhan kualifikasi guru di seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMP.

Berdasarkan data Disdikbud Bontang, sebanyak 1.257 guru saat ini telah mengantongi sertifikat pendidik. Namun, masih terdapat sejumlah guru yang belum tersertifikasi, terutama di jenjang PAUD formal.

Kabid Pembina Ketenagaan Guru dan Kependidikan (GTK) Disdikbud Bontang, Ishak Karangan, mengungkapkan bahwa di tingkat Taman Kanak-kanak (TK) masih ada 111 guru yang belum memiliki sertifikat.

“Program Bimtek ini kami hadirkan untuk membantu guru-guru yang belum tersertifikasi. Kami memberikan informasi, pendampingan, serta bimbingan teknis agar mereka bisa mengikuti proses sertifikasi sesuai ketentuan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, program tersebut difokuskan pada jenjang PAUD, SD, dan SMP. Meski demikian, jumlah guru yang belum tersertifikasi di tingkat SMP relatif sangat sedikit dibandingkan jenjang lainnya.

“Di SMP jumlahnya sangat minim. Tapi untuk PAUD formal seperti TK dan RA, masih cukup banyak,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ishak menegaskan bahwa kewenangan sertifikasi guru berada di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Adapun yang dapat mengikuti sertifikasi hanyalah guru pada lembaga pendidikan formal.

“Untuk PAUD informal seperti KB, SPS, atau TPA, memang tidak diperkenankan mengikuti sertifikasi. Tapi mereka tetap bisa ikut Bimtek untuk meningkatkan kompetensi,” tambahnya.

Selain itu, ia juga menyoroti bahwa masih banyak guru PAUD yang belum memenuhi kualifikasi pendidikan sarjana, sehingga menjadi tantangan tersendiri dalam peningkatan mutu pendidikan.

Disdikbud Bontang berharap melalui program ini, para guru dapat segera memenuhi syarat yang ditentukan dan berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan di Kota Bontang.

“Harapannya, kualitas guru meningkat dan berimbas langsung pada kualitas pendidikan di semua jenjang,” pungkasnya.






TINGGALKAN KOMENTAR