Revisi Lagi ! Jokowi Tetapkan Proyek Kilang Bontang sebagai PSN

Nasional - Redaksi Klik Kaltim
29 November 2020
Revisi Lagi ! Jokowi Tetapkan Proyek Kilang Bontang sebagai PSN Ilustrasi kilang/int

KLIKKALTIM.COM – Presiden Joko Widodo mengevaluasi kembali Peraturan Presiden (Perpres) terkait Program Strategis Nasional (PSN). Perpres nomor 109/2020 terkait PSN menjadi revisi kedua yang dilakukan oleh Presiden. 

Dirangkum dari laman Sekretaris Kabinet Republik Indonesia, Presiden Jokowi masih mencantumkan proyek kilang minyak Bontang sebagai PSN.

Dilansir dari laman,https://jdih.setkab.go.id/PUUdoc/176280/Perpres_Nomor_109_Tahun_2020.pdf disebutkan, di dalam sektor energi memasukan kegiatan proyek kilang minyak Bontang pada urutan pertama. 

Kilang berkapasitas 300 ribu barel per hari ini rencananya bakal mencari investor baru. Selepas mitra sebelumnya, Overseas Oil and Gas (OOG) Llc asal Oman mengundurkan diri.

sumber : Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas 

Investasi proyek yang ditaksir sekitar Rp 197 triliun ini sejatinya sudah masuk dalam agenda besar negara sejak 2014 lalu. Pun Perpres telah direvisi sebanyak 2 kali.

Selain mencantumkan proyek kilang Bontang, di dalam salinan Perpres tersebut juga menyebutkan proyek pembangunan jalan tol Samarinda-Bontang. Serta proyek pelabuhan KEK Maloy di Kutai Timur. 

sumber : Sekretaris Kabinet RI

Total daftar PSN tersebut sebanyak 210 kegiatan. Seperti dilansir dari Bisnis.com, daftar PSN tersebut juga mendapatkan kemudahan-kemudahan lebih lanjut yang diatur dalam UU 11/2020 tentang Cipta Kerja serta peraturan-peraturan turunannya.

Dalam rangka menanggulangi dampak pandemi Covid-19, pembangunan PSN diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru.

KPPIP mengestimasikan penciptaan lapangan kerja langsung dari pekerjaan konstruksi sebanyak 878 ribu di 2021 dan 938 ribu di 2022.

“Pada 2021, kita akan melanjutkan percepatan PSN dengan target penyelesaian 38 Proyek dengan total nilai investasi sebesar Rp464,6 triliun. Percepatan ini diharapkan dapat mendorong perekonomian melalui peningkatan investasi, penyerapan tenaga kerja, serta pemulihan industri dan pariwisata,” Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto. 

TINGGALKAN KOMENTAR