Bakteri Patogen Ditemukan di Menu MBG Bontang, 27 Siswa Keracunan
Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris didampingi Kepala Dinkes Toetoek Pribadi Ekowati (Klik Kaltim).
BONTANG - Hasil uji laboratorium Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang mengungkap adanya kontaminasi bakteri patogen pada menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dikonsumsi siswa, guru, dan wali murid.
Temuan itu berasal dari sampel ayam serundeng dan gulai sayur yang disajikan SPPG Bontang Utara 2. Sebanyak 27 orang dilaporkan mengalami mual dan muntah setelah menyantap menu MBG tersebut.
Kepala Dinkes Bontang Toetoek Pribadi Ekowati mengatakan, hasil pemeriksaan laboratorium memastikan adanya bakteri patogen dalam sampel makanan.
Dinkes masih mendalami titik kontaminasi makanan tersebut. Dugaan sementara, kontaminasi bisa terjadi saat proses penyajian makanan ke dalam ompreng maupun ketika makanan didinginkan menggunakan kipas angin.
"Hasil ini sudah diuji secara klinis. Kemudian tersaji kalau sampling itu terkontaminasi bakteri patogen," ucap Toetoek Pribadi Ekowati.
Selain temuan bakteri, Dinkes juga menemukan adanya modifikasi menu di SPPG Bontang Utara 2. Santan dalam menu diganti menggunakan kemiri.
Toetoek menyebut, penggunaan kemiri juga berpotensi memicu mual dan muntah pada orang tertentu, terutama yang memiliki alergi terhadap bahan tersebut.
"Di sebagian orang, kemiri memang berpotensi juga menyebabkan mual dan muntah. Apalagi ada alerginya," sambungnya.
Dinkes memastikan total korban mencapai 27 orang. Rinciannya, 14 pelajar, 11 guru, dan 2 wali murid.
Hasil investigasi selanjutnya akan diserahkan kepada SPPG Regional Bontang untuk dievaluasi. Dinkes juga memastikan pengawasan terhadap proses pengolahan dan distribusi MBG di setiap dapur akan diperketat.
"Tiap bulan kami monitoring. Tapi nanti kami akan tingkatkan lagi pengawasannya," tuturnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris mengatakan Pemkot akan memanggil pengelola dapur SPPG dan perwakilan sekolah untuk membahas temuan tersebut.
Pertemuan itu dinilai penting untuk memastikan makanan yang disajikan kepada ribuan siswa tetap aman dan memenuhi standar keamanan pangan.
"Kami akan undang segera," terang AH.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: