Antrean Solar Mengular Pertamax Pun Langka, Pemkot Bontang Minta Penjelasan Pertamina
Salah satu gerai perthasop di Bontang memasang plang stok BBM kosong.
BONTANG – Pemerintah Kota Bontang berencana memanggil pihak Pertamina untuk membahas persoalan kelangkaan BBM jenis Pertamax yang belakangan dikeluhkan masyarakat.
Dalam sepekan terakhir, stok Pertamax dilaporkan kosong di sejumlah SPBU maupun Pertashop di Kota Bontang. Beberapa lokasi yang mengalami kekosongan di antaranya Pertashop di Jalan Awang Long, Jalan Pontianak, kawasan Bontang Barat, hingga Jalan Ir Soekarno-Hatta di Bontang Selatan.
Selain itu, SPBU Akawy dan SPBU Kopkar PKT juga disebut sempat mengalami kekosongan stok Pertamax. Kondisi tersebut memicu keluhan masyarakat karena berdampak pada aktivitas kendaraan pribadi hingga pelaku usaha yang bergantung pada ketersediaan BBM nonsubsidi.
Kepala Bagian Ekonomi dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Bontang, Arif Rochman, mengatakan rapat bersama Pertamina dijadwalkan digelar pekan depan.
“Minggu depan kami panggil Pertamina. Nanti akan dibahas semua persoalannya dalam rapat,” ujar Arif Rochman.
Selain membahas kelangkaan Pertamax, Pemkot juga akan meminta penjelasan terkait antrean panjang solar subsidi yang belakangan semakin mengular di sejumlah SPBU. Antrean kendaraan pengangkut solar bahkan disebut mulai mengganggu arus lalu lintas di beberapa titik.
Pemkot ingin mengetahui penyebab distribusi BBM yang dinilai belum stabil agar ada solusi jangka pendek maupun jangka panjang.
Akibat kelangkaan tersebut, sebagian warga terpaksa membeli Pertamax di tingkat pengecer dengan harga yang melonjak hingga di atas Rp15 ribu per liter.
Stok BBM biasanya baru kembali tersedia pada sore hari. Namun saat pasokan masuk, SPBU langsung diserbu pengendara hingga memicu antrean panjang.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pertamina belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan kelangkaan BBM di Bontang. (*)
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: