•   02 May 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Media Asing Soroti Pemindahan Ibu Kota, Sebut Jakarta akan Tenggelam

Nasional -
28 Agustus 2019
 
Media Asing Soroti Pemindahan Ibu Kota, Sebut Jakarta akan Tenggelam

KLIKKALTIM -- ibu kota Indonesia adalah kota yang suka dibenci oleh warganya. Demikian kalimat pembuka laman the New York Times, media terkemuka asal Amerika Serikat ketika memberitakan pengumuman Presiden Joko Widodo kemarin yang akan memindahkan ibu kota negara ke Kalimantan Timur.

"Dengan populasi sekitar 10 juta jiwa, Jakarta kini sedang tenggelam. Macetnya melegenda. Kualitas udaranya termasuk yang terburuk di dunia. Taman-taman atau bangunan budaya hanya sedikit. Bahkan berjalan di trotoar pun berbahaya," tulis the New York Times kemarin.

"Dengan rencana ini, pejabat politik dan pegawai pemerintah akan meninggalkan kota di pulau Jawa ini dan pindah ke salah satu pulau yang tidak terlalu padat, Borneo--terkenal dengan orangutan dan hutan yang menjadi tempat perkebunan kelapa sawit," kata the New York Times.

Senada dengan harian kondang AS itu, laman CNN juga menyebut Jakarta adalah salah satu kota metropolitan yang terpadat di dunia.

"Kota ini juga adalah yang tenggelamnya paling cepat di muka bumi, menurut Forum Ekonomi Dunia. Penurunan air tanah akibat penyedotan air membuat Jakarta terus tenggelam ke Laut Jawa," tulis CNN hari ini.

Media terkemuka Inggris, The Guardian menyoroti hal serupa dalam pemberitaan tentang pemindahan ibu kota RI ini.

"Selain masalah polusi dan kemacetan, Jakarta juga mengalami penurunan tanah yang cepat sehingga membuat kota di pesisir ini rentan terhadap naiknya air laut," kata the Guardian.

Buruknya perencanaan tata kota yang dulunya adalah rawa dan tidak adanya aturan tentang penyerapan air tanah, membuat 40 persen kota ini berada di bawah permukaan air laut. Akibatnya terjadi penurunan tanah 10-20 sentimeter per tahun--salah satu yang tercepat di dunia.

Jika DPR menyetujui, pembangunan ibu kota baru itu akan dimulai tahun depan di lahan seluas 40 ribu hektar. Pada 2024 pemerintah diharapkan mulai melakukan proses pemindahan tersebut.

 


Sumber : merdeka.com






TINGGALKAN KOMENTAR