TPID Kutim Gelar High Level Meeting, Bahas Strategi Pengendalian Inflasi
TPID Kutim Gelar High Level Meeting, Bahas Strategi Pengendalian Inflasi.

STAT : 941
Kutai Timur – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengadakan High Level Meeting (HLM) yang dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekobang) Seskab Kutim, Zubair. Pertemuan tersebut berlangsung di D’lounge Royal Victoria Hotel, Sangatta Utara, pada Rabu, (07/8/2024).
Dalam sambutannya, Zubair menyampaikan bahwa inflasi merupakan fenomena ekonomi yang berdampak signifikan terhadap perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat. Kenaikan harga barang dan jasa dapat mempengaruhi daya beli masyarakat, meningkatkan biaya hidup, serta berpotensi menambah ketimpangan sosial.
"Oleh karena itu, pengendalian inflasi menjadi salah satu prioritas utama kita dalam mewujudkan stabilitas ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup warga," ujar Zubair
Pada tahun 2024, Kutim menghadapi tantangan baru dalam pengendalian inflasi yang memerlukan strategi dan pendekatan lebih inovatif. TPID memiliki tanggung jawab besar untuk merumuskan dan melaksanakan kebijakan serta langkah strategis guna menekan laju inflasi dan memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga di Kutai Timur.
"Penyesuaian kebijakan, pengelolaan risiko, dan adaptasi terhadap kondisi yang berubah akan menjadi kunci dalam mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas ekonomi," jelasnya.
Pengendalian inflasi, lanjutnya, adalah bentuk tanggung jawab pemerintah kepada masyarakat. Terkendalinya harga barang dan jasa berarti tercapainya keterjangkauan harga dan ketersediaan yang cukup untuk kebutuhan pokok masyarakat, seperti makanan dan minuman.
Beberapa langkah strategis yang harus diambil oleh TPID Kutim untuk menyikapi potensi inflasi di antaranya adalah pemantauan harga dan stok secara berkelanjutan, melakukan pertemuan untuk membahas secara menyeluruh bersama seluruh Tim TPID, menjaga dan memastikan distribusi pasokan bahan pokok dan barang penting, serta pencanangan gerakan menanam.
"Kami akan melakukan operasi pasar murah bersama dinas terkait, melaksanakan sidak ke pasar dan distributor agar tidak menahan barang, berkoordinasi dengan daerah penghasil komoditi untuk kelancaran pasokan, merealisasikan Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk dukungan pengendalian inflasi, serta memberikan bantuan transportasi dari APBD," terangnya.
Sebelumnya, Kepala Bagian Perekonomian Setkab Kutim, Vita Nurhasanah, menjelaskan bahwa tujuan pelaksanaan kegiatan yang juga menghadirkan narasumber Kepala Bidang PPA I Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tersebut adalah untuk mengoptimalkan tugas dan fungsi TPID. Kegiatan ini fokus pada pendalaman dan pemahaman tugas anggota TPID serta menjadi bagian dari pemaparan kinerja TPID dari Januari hingga Juli 2024.
Turut hadir Asisten Administrasi Umum Setkab Kutim, Sudirman Latief, Staf Ahli Bupati Bidang Perekonomian, Pembangunan dan Keuangan, Sulastin, Kepala Bagian Perekonomian Setkab Kutim, Vita Nurhasanah, beberapa perangkat daerah (PD) serta undangan lainnya.(adl/)
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: