Pupuk Kaltim Ekspor 6.600 Ton Urea Non Subsidi ke Korea Selatan

Korporasi - Redaksi Klik Kaltim
06 Desember 2020
Pupuk Kaltim Ekspor 6.600 Ton Urea Non Subsidi ke Korea Selatan Pupuk Kaltim mengekspor 6.600 ton Urea non subsidi ke Korea Selatan, menggunakan kapal MV Guangzhou Star. Pelepasan ekspor dilakukan oleh Direktur Utama Pupuk Kaltim Rahmad Pribadi, bersama Staf Khusus Menteri Perdagangan Bidang Pengawasan Perlindungan dan Pengawasan Perdagangan Opik Toufik Nugraha pada Jumat (4/12)/Pupuk Kaltim

KLIKKALTIM.COM - Tingkatkan nilai tambah dan keberlanjutan penjualan produk dalam negeri di pasar global, Pupuk Kaltim mengekspor 6.600 ton Urea non subsidi ke Korea Selatan, menggunakan kapal MV Guangzhou Star.

Pelepasan ekspor dilakukan oleh Direktur Utama Pupuk Kaltim Rahmad Pribadi, bersama Staf Khusus Menteri Perdagangan Bidang Pengawasan Perlindungan dan Pengawasan Perdagangan Opik Toufik Nugraha pada Jumat (4/12) dalam agenda Pelepasan Ekspor ke Pasar Global. Turut hadir Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Provinsi Kalimantan Timur Yadi Robyan Noor.

Pelepasan ekspor dilakukan di Pelabuhan BSL-2 Pupuk Kaltim dan terkoneksi dengan beberapa titik di Kalimantan, seperti Pelabuhan Kaltim Kariangau Terminal, Pelabuhan Samarinda, Bandara Sepinggan, serta titik pelepasan ekspor lainnya secara nasional.

Rahmad Pribadi mengatakan ekspor Urea non subsidi kali ini merupakan bentuk dukungan Pupuk Kaltim terhadap langkah Pemerintah dalam meningkatkan sektor perdagangan internasional berbasis nilai tambah, melalui hilirisasi dan pengolahan komoditas produk, guna peningkatan daya saing serta nilai ekspor tanah air.

dok Pupuk Kaltim

Selain itu juga merupakan peran strategis dan sinergi untuk mempromosikan produk bernilai tambah di tengah pandemi. “Kegiatan ekspor juga bentuk komitmen Pupuk Kaltim sebagai anak usaha BUMN, untuk memacu pertumbuhan ekonomi nasional, sehingga dapat memperkuat nilai mata uang Rupiah dan menambah devisa negara,” kata Rahmad.

Dijelaskan Rahmad, 6.600 ton Urea pada ekspor kali ini dengan merek dagang Daun Buah, merupakan produk Urea non subsidi dengan toal penjualan senilai USD1.696.200.

Aktivitas ekspor juga menjadi salah satu target Pupuk Kaltim untuk pengembangan pasar secara global, dengan potensi yang terbilang besar.

Maka dengan peningkatan ekspor produk pupuk dalam negeri, diharap berdampak signifikan terhadap peningkatan devisa negara. “Kami merasa bangga menjadi bagian dari kegiatan Pelepasan Ekspor Indonesia ke Pasar Global, yang hari ini dilaksanakan serentak oleh 132 perusahaan dari 16 provinsi dan 14 titik di Indonesia, baik perusahaan kecil, menengah maupun besar,” tambah Rahmad.

Melalui kegiatan ini, Pupuk Kaltim berharap menjadi bagian dalam memotivasi usaha dan meningkatkan nilai ekspor tanah air yang juga terdampak Covid-19, termasuk meningkatkan UKM ekspor, menjaga loyal buyers, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2021.

“Tentunya ini pencapaian yang luar biasa utamanya di tengah pandemi, sebagai langkah konkrit Pupuk Kaltim dalam meningkatan ekspor non migas yang sejalan dengan arahan Menteri Perdagangan RI,” terang Rahmad Pribadi.

Presiden RI Joko Widodo secara virtual menyampaikan bahwa kunci untuk memperbaiki perekonomian nasional adalah peningkatan ekspor, yang tidak membantu pelaku usaha untuk tumbuh, tetapi juga menghasilkan devisa dan mengurangi defisit neraca perdagangan. “Indonesia memiliki potensi ekspor yang sangat besar. Kita tidak boleh cepat puas, Pemerintah dan pelaku usaha harus dapat melihat lebih jeli pasar ekspor yang masih terbuka lebar,” ujar Presiden Joko Widodo.

Menteri Perdagangan RI Agus, mengatakan upaya peningkatan ekspor non migas sekaligus memotivasi pelaku usaha agar tetap meningkatkan ekspor.

“Kegiatan ini menjadi langkah percepatan ekspor non migas di masa pandemi, termasuk pemulihan ekonomi nasional di 2021,” jelas Mendag Agus.

Sementara Opik menyampaikan apresiasi kepada para pelaku usaha yang berhasil melakukan ekspor di tengah pelemahan ekonomi global akibat pandemi Covid-19. “Kementerian Perdagangan mengapresiasi para pelaku usaha yang dapat terus mengekspor produk-produknya, terutama dalam kondisi pandemi Covid-19,” jelas Opik.

Pelepasan Ekspor ke Pasar Global menandai momentum ekspor produk-produk Indonesia di bulan Desember. Pelepasan ekspor kali ini menjadi perhatian tersednrii karena terdapat sejumlah pelaku usaha yang mencatatkan ekspor perdana, serta sejumlah pelaku usaha lainnya yang berhasil mendiversifikasi produk ekspor mereka. (*/nav)

TINGGALKAN KOMENTAR